Search

Dua Pelajar Tahanan Rutan Probolinggo Ikuti UNBK di Sekolahnya

Siswa MS dan AG tahanan Rutan Kelas II B Kraksaan Probolinggo, mengikut UNBK di sekolahnya/ dic
Siswa MS dan AG tahanan Rutan Kelas II B Kraksaan Probolinggo, mengikut UNBK di sekolahnya/ dic

Probolinggo,reportasenews.com – Dua tahanan yang masih berstatus pelajar, dijemput pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, dari rumah tahanan (rutan) kelas II B Kraksaan, karena harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), di sekolahnya masing-masing.

Adalah MS dan AG, mereka dari SMK berbeda di Kecamatan Kraksaan. Keduanya terlibat kasus 170 KUHP, tentang kekerasan terhadap orang lain, mereka diamankan polisi 2 bulan lalu soal pengeroyokan sesama pelajar di depan Rutan Kraksaan.

MS dan AG warga Gading Wetan, Kecamatan Gadig, yang rata-rata berusia 18 tahun ini, diantarkan kesekolahnya masing-masing, di Kota Kraksan. MS merupakan salah satu siswa SMK di Kota Kraksaan. Dan AG merupakan siswa SMK di Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan.

MS mengikuti UNBK dengan mengenakan seragam sekolah biasanya, ia satu ruangan bersama 302 siswa lainnya. Begitu juga AG, mengenakan seragam sekolah biasanya dia juga berada satu ruangan dengan 90 siswa.

Menurut Rosi, Kasubsi Pelayanan Rutan kelas II B Kraksaan, pihaknya mengeluarkan MS dan AG sesuai permintaan dari Kejari Kabupaten Probolinggo, untuk mengikuti UNBK sampai selesai di sekolahnya masing-masing. MS dan AG kata Rosi, sudah 2 bulan berada di rutan Kraksaan, yang berstatus tahanan titipan dari Kejari Kabupaten Probolinggo.

“Kami hanya menjalankan apa yang menjadi tupoksi kami, yaitu mengantar dan mengawasi MS dan AG selama mengikuti UNBK disekolahnya,”ujar Rosi, kepada wartawan, Senin (3/4) disela mengantar kedua siswa tersebut.

Sementara Yazid Ujiyanto, JPU Fungsional dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa di Kabupaten Probolinggo, terdapat dua siswa SMK yang statusnya tahananan, yakni SMK 2 Kota Kraksaan, dan SMK Mandiri Sidopekso, Kraksaan. Keduanya terlibat kasus 170 KUHP soal pengeroyokan.

“Keduanya masih belum disidangkan atas kasus yang melilit keduanya. Namun, mereka statusnya sudah tersangka atas pengeroyokan maupun pencurian, yang terjadi 2 bulan lalu.

Ujian bagi tahanan pelajar ini dilakukan untuk memenuhi hak-hak tersangka. Meski berstatus tersangka dan ditahan,” jelas Yazid, ketika mengantarkan MS dan AG kesekolahnya.

“Tersangka punya hak untuk mengikuti UNBK, jadi kami penuhi hak-hak mereka,”tambah Yazid. (Dic)




Loading Facebook Comments ...