Search

Dua Tersangka Narkoba 107 kg Sabu Gunakan Identitas Palsu 

Barang bukti narkotika sebanyak 102 bungkus jenis sabu, dan 23 bungkus jenis pil ekstasi seberat 107 kilogram yang berhasil disita petugas dari dua tersangka. (Foto/das)
Barang bukti narkotika sebanyak 102 bungkus jenis sabu, dan 23 bungkus jenis pil ekstasi seberat 107 kilogram yang berhasil disita petugas dari dua tersangka. (Foto/das)
Pontianak, reportasenews.com – Dua tersangka pembawa narkoba jenis sabu seberat 107 kilogram dan pil ekstasi yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat, siap dihukum mati.
Keduanya ditangkap petugas BNNP Kalbar dalam penyergapan yang penuh aksi di jalan Singkawang – Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kamis (14/ 03/2019) pekan kemarin.
Dua tersangka ini menjemput narkoba dari penyelundupan melalui jalur laut kemudian dijemput di Pantai Gosong, selanjutnya dua orang tersangka, Hendri alias Muhammad Idris ( 39) dan Arnoldus Topan alias Ignatius Petrus Loli ( 40) memasukan narkoba dalam boks pendingin ikan dan membawanya menggunakan dua mobil minibus, satu berplat nomor Jakarta dan satu berplat nomor Kalimantan Barat.
“Dua unit mobil Toyota Innova dan mobil Avanza warna silver, digunakan dua tersangka untuk membawa narkoba, ditangkap dalam penyergapan di pasar Sungai Duri,” kata Kepala BNNP Kalbar, Brigjen pol Suyatmo dalam pres conference yang di gelar di Kantor BNNP Kalbar, Selasa (19/03/2019)
Kedua tersangka dalam modus operandinya menggunakan identitas palsu, dan sudah berkali-kali menjadi pembawa narkoba dan kurir.
“Pengakuannya ini yang ketiga kalinya, dan telah sering berpindah-pindah menginap di hotel dengan menggunakan identitas palsu,” ungkap Suyatmo.
Nama palsu ini tertera dalam Kartu Tanda Penduduk Palsu agar mudah dari pengintaian petugas sehingga mudah menjalankan aksinya.
Suyatmo menambahkan dalam penyergapan kali ini, petugasnya dibantu tim gabungan dari BNN kota Pontianak, BNN kota Singkawang, dan Direktorat Reserse Narkotika Polda Kalimantan Barat.
“Pemberantasan narkoba serta memutus jaringan peredaran narkoba tidak boleh terfokus pada jalur darat, yang selama ini kita hanya fokus pada jalur darat yang dekat perbatasan. Namun jalur laut sangat potensial dalam penyelundupan dan penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.
Ini membuktikan para tersangka ini telah beberapa kali melakukan penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Dan semakin hebatnya, para tersangka yang ditangkap ini tidak mengenal bandar narkobanya.
“Mereka menggunakan jaringan terputus, yang mana jaringan satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal, sehingga mereka mengelabui petugas dengan identitas palsu,” paparnya.
Dua tersangka ini telah diberi tindak tegas berupa penembakan ke bagian tubuhnya karena mencoba melawan. Bahkan saat penyergapan, satu tersangka tiba-tiba telepon nya berdering sehingga berusaha mengangkatnya namun berhasil dirampas petugas.
Barang bukti narkotika dari dua tersangka ini sebanyak 102 bungkus jenis sabu, dan 23 bungkus jenis pil ekstasi. Dengan berat sabu mencapai 107 kilogram.
Sementara Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengungkapkan peredaran narkoba ini yang berhasil diungkap dapat menyelamatkan satu juta lebih warga Kalimantan Barat.
“Saya melihatnya dari tiga hal, pertama dari barang bukti, domisili tersangka, dan modus operandinya,” tegas Kapolda.
Kapolda mengasumsikan peredaran narkoba sebanyak ini dapat merusak generasi muda mencapai satu jiwa lebih.
“Ini mengerikan sehingga jumlah yang besar ini berhasil diungkap, dan tentu ini saya apresiasi tinggi kepada petugas yang berhasil mengungkap peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Kapolda melihat pola pelaku ini adalah menyelundupkan narkoba melalui jalur laut yang terbuka karena perairan Kalimantan Barat berbatasan dengan kepulauan Riau yang dekat dengan batas negara lain.
“Masyarakat harus peka dan sensitiv, dan terus curigai warga asing, sehingga informasi dari masyarakat ini segera direspon cepat, sehingga ada tangkal dan cegat dari masyarakat dapat menangkap setiap pelaku penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (das)
ReplyReply to allForward



Loading Facebook Comments ...