Search

Dua Wanita Di Dalam Video Viral Penggal Kepala Jokowi Agar Serahkan Diri

Dua wanita yang ada di dalam video viral ancaman pembunuhan terhadap Presiden Jokowi agar serahkan diri ke Polisi
Dua wanita yang ada di dalam video viral ancaman pembunuhan terhadap Presiden Jokowi agar serahkan diri ke Polisi

Jakarta, reportasenews.com-Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meminta dua wanita yang ada di dalam video viral ancaman pemuda berpeci yang akan memenggal kepala Presiden Jokowi agar menyerahkan diri. Hal itu dipublikasikan melalui akun Twitter @jatanraspoldam. Dalam akun tersebut, jelas dipampang kedua foto wanita yang ada di dalam video tersebut.

“Diharapkan 2 orang wanita yang ada di video viral pengancaman pembunuhan “penggal kepala presiden” agar menyerahkan diri. Wujudkan masyarakat yang taat hukum,” tulis @jatanraspoldamj yang diposting Senin malam 13 mei 2019 dan dikutip reportasenews.com, Selasa pagi (14/5).

Dari pengamatan reportasenews.com, kedua wanita di dalam video viral penggal kepala presiden, ada seorang wanita berkacamata hitam yang diduga melakukan perekaman video dengan telpon genggamnya. Wanita berkacamata hitam ini dengan lantang bertakbir Allahu Akbar dan mengamini saat pelaku Hermawan Susanto (tertangkap-red) mengatakan akan memenggal kepala Jokowi. Sedangkan satu wanita lainnya yang mengenakan kacamata bening, turut aktif mengacungkan kedua jarinya sambil tertawa-tawa seakan menikmati ancaman dari Hermawan Susanto yang ditujukan untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Wanita ini diduga yang merekam video viral ancaman  akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Wanita ini diduga yang merekam video viral ancaman akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

“Harus semangat dong ya,” kata salah satu wanita di video tersebut.  “Allahu Akbar, perubahan ya untuk Indonesia,” sahut wanita tersebut saat pelaku menyebut penggal kepala Jokowi.

Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebelumnya telah berhasil mengamankan pria dalam video yang  mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi saat unjuk rasa di depan kantor Bawaslu di Jakarta Jumat lalu.

Sebelum ditangkap polisi, Hermawan Susanto (25 th) sempat melarikan diri ke rumah saudaranya di Perumahan Metro Parung, Kabupaten Bogor.

Operasi penangkapan itu dipimpin oleh Panit Unit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Akp Abdul Rahim Nasution, Minggu (12/5/2019).

Kini Hermawan Susanto sudah meringkuk di dalam ruang tahanan Mapolda Metro Jaya, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara. (tjg)




Loading Facebook Comments ...