Search

Dua Warga Pelintas Batas Bawa Sabu 51,9 kg Asal Malaysia Ditangkap Satgas Pamtas Aruk

Satgas Pamtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan) RI - Malaysia Yonif Raider 641/ BRU menangkap dua warga pelintas batas dan pengamankan narkotika Sabu seberat 51,9 kg. (foto:das)
Satgas Pamtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan) RI - Malaysia Yonif Raider 641/ BRU menangkap dua warga pelintas batas dan pengamankan narkotika Sabu seberat 51,9 kg. (foto:das)
Sambas, reportasenews.com – Dua warga pelintas batas pos lintas batas negara di Dusun Sebunga, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (10/12/2019) pukul 20.00 WIB ditangkap Satgas Pamtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan) RI – Malaysia Yonif Raider 641/ BRU. Kedua orang tersebut diduga membawa sabu-sabu seberat 51.923 kilogram.
Dua orang ini bernama Eius Patmawati (43) warga Kecamatan Bonti,  Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, dan M. Taufik (29) warga Tabanan,Bali.
Pengungkapan upaya penyelundupan sabu ini setelah anggota satgas pamtas, Sertu Dede tahyudi atmayanto mendapatkan informasi dari Pratu Firman Darianto. Pratu Firman mendapatkan informasi dari jaringan informan bahwa akan ada dua orang yang akan melintas di jalan tikus.
Setelah mendapatkan informasi tersebut Sertu Dede tahyudi atmayanto memerintahkan Sertu Jefri untuk mengumpulkan anggota berserta satgas SGI  yang di pimpin oleh Letda Inf. Sukijan berserta 2 orang anggota.
Pada pukul 17.00 WIB melaksanakan pengintaian di 2 titik jalan tikus. Nah pada pukul 19.00 WIB,  terlihat dari arah Malaysia  2 orang yang mencurigakan dengan membawa 2 kardus dan 2 buah tas gendong yang diduga sabu-sabu.Setelah itu tim yang melihat kedua orang ini,  melaksanakan pengejaran.
Pada pukul 19.30 WIB, 2 orang yang dicurigai ini  tertangkap oleh tim satgas dan diamankan di pos Koki dan dilaksanakan pemeriksaan .
Setelah dilakukan pemeriksaan di duga isi di dalam kardus dan tas adalah sabu-sabu seberat 51.923 kilogram dan sejumlah barang bukti bawaan dari dua tersangka. (das)



Loading Facebook Comments ...