Search

Eggi Sudjana Masuk Tahanan Tepat Pukul 23.00 Wib

Eggi Sudjana dimasukkan ke dalam tahanan Polda Metro Jaya tepat pukul 23.00 Wib, Selasa (14/5)
Eggi Sudjana dimasukkan ke dalam tahanan Polda Metro Jaya tepat pukul 23.00 Wib, Selasa (14/5)

Jakarta, reportasenews.com- Eggi Sudjana resmi ditahan di Polda Metro Jaya atas kasus dugaan makar sejak Selasa (14/5) malam.
Tersangka dimasukkan ke dalam tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya pada Selasa, tanggal 14 Mei 2019, pukul 23.00 WIB. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5).

Kombes Argo Yuwono menceritakan, awalnya Eggi Sudjana menolak penahanan tersebut. Dia menandatangani berita acara penolakan penahanan tersebut meski kemudian polisi tetap membawanya ke sel tahanan.

“Tersangka menandatangani berita acara penolakan tanda tangan, surat perintah penahanan, dan berita acara penahanan,” tutup Argo.

Penahanan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum tanggal 14 Mei 2019. Surat perintah penahanan itu dibacakan di hadapan Eggi Sudjana.

Inilah orasi Eggi Sudjana di depan rumah Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara No 4 Jakarta Selatan yang akhirnya menyeret Eggi ke dalam penjara.

Dalam posisi sekarang saya penasehat dari Persaudaraan Alumni 212. Dalam konteks analisis kalau 2014 itu Prabowo dikalahkan dengan delapan juta suara, itu sebenarnya sudah teratasi ketika 2016 sampai kemarin 2018 ada alumni 212 bisa mengumpulkan 13 juta orang di Monas. Artinya delapn juta itu sudah tidak ada apa-apanya. 

Yang kedua, kita semua menjadi saksi setiap Prabowo datang ke daerah ataupun dimanapun beliau kampanye tidak ada yang sepi, betul? Tapi kita bisa tunjukkan ketika Jokowi datang ke tempat kampanye masih banyak yang sepi, betul? Maka ini anomali, tidak mungkin, kesepian dari konteks yang dia datang untuk kampanyenya itu, menjadi menang, tidak mungkin, anomali dimana.

Nah oleh karena itu saudara, jika temuan-temuan kecurangan ini semakin terang benderang dan kemarin saya ke Malaysia juga sudah jelas terang benderang, sebelum pemilu malah sudah dicoblos, itu bukan curang lagi. Perbuatan haram dalam konteks pemilu. Maka jika terus semua kecurangan ini diakumulasi saya dengar tadi insha Allah setelah jam tujuh atau jam delapan akan diumumkan resmi apakah betul ada kecurangan yang serius. Maka analisis yang sudah dilakukan oleh pemimpin kita juga bapak Profesor Doktor Amien Rais kekuatan people power itu mesti dilakukan, Setuju…Berani…Berani.

Kalau people power itu terjadi kita tidak perlu lagi mengikuti konteks-konteks tahapan-tahapan, karena ini udah kedaulatan rakyat bahkan ini mungkin cara dari Allah untuk mempercepat Prabowo dilantik. Tidak harus tunggu dua puluh Oktober. Inilah kekuatan people power, insha Allah. Tapi kita berharap tetap persatuan Indonesia harus dijaga. Tidak boleh kita pecah antar bangsa ini yang bikin brengsek elite-elite saja, terimakasih. (tjg)

 




Loading Facebook Comments ...