Search

Eggi Sudjana Tak Ingin Sendiri di Dalam Tahanan: Yang Menyerukan People Power Harus Diproses Hukum

Pitra Romadoni Kuasa Hukum Eggi Sudjana meminta semua yang menyerukan people power harus diproses hukum juga.
Pitra Romadoni Kuasa Hukum Eggi Sudjana meminta semua yang menyerukan people power harus diproses hukum juga.

Jakarta, reportasenews.com-Kuasa hukum tersangka Eggi Sudjana, Pitra Romadoni mengungkapkan bahwa kliennya adalah korban dari dinamika politik Indonesia. Pitra meminta semua pihak yang menyerukan people power harus diproses hukum. Pitra mengatakan jika Eggi Sudjana saat ini bisa diproses hukum dengan tuduhan menghasut orang melakukan people power, seharusnya seluruh orang yang menyerukan people power juga diusut.

Pitra Romadoni, kuasa hukum Eggi Sudjana yang disangkakan polisi melakukan makar. Eggi tidak mau sendiri di dalam tahanan

Pitra Romadoni, kuasa hukum Eggi Sudjana yang disangkakan polisi melakukan makar. Eggi tidak mau sendiri di dalam tahanan

“Kalau berbicara people power kita harus lihat asal muasal dari pada people power tersebut, people power bukan bang Eggi sebagai pencetus people power, akan tetapi ada berbagai pihak dan masih banyak lagi yang menyatakan people power tapi sampai saat ini tidak ada tindakan,” kata Pitra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5).

Kasus ini berawal dari ajakan people power yang diserukan Eggi saat berpidato di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara No 4, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/4).

Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana ditahan di Polda Metro Jaya sejak pukul 23.00 Wib, Selasa (14/5). Eggi ditahan untuk 20 hari ke depan.

“Iya, masa penahanan di kepolisian itu 20 hari,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019).

Inilah orasi ajakan People Power Eggi Sudjana di depan rumah Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara No 4 Jakarta Selatan, Rabu 17 April 2019 yang akhirnya menyeret Eggi ke dalam penjara.

Dalam posisi sekarang saya penasehat dari Persaudaraan Alumni 212. Dalam konteks analisis kalau 2014 itu Prabowo dikalahkan dengan delapan juta suara, itu sebenarnya sudah teratasi ketika 2016 sampai kemarin 2018 ada alumni 212 bisa mengumpulkan 13 juta orang di Monas. Artinya delapan juta itu sudah tidak ada apa-apanya. 

Yang kedua, kita semua menjadi saksi setiap Prabowo datang ke daerah ataupun dimanapun beliau kampanye tidak ada yang sepi, betul? Tapi kita bisa tunjukkan ketika Jokowi datang ke tempat kampanye masih banyak yang sepi, betul? Maka ini anomali, tidak mungkin, kesepian dari konteks yang dia datang untuk kampanyenya itu, menjadi menang, tidak mungkin, anomali dimana.

Nah oleh karena itu saudara, jika temuan-temuan kecurangan ini semakin terang benderang dan kemarin saya ke Malaysia juga sudah jelas terang benderang, sebelum pemilu malah sudah dicoblos, itu bukan curang lagi. Perbuatan haram dalam konteks pemilu. Maka jika terus semua kecurangan ini diakumulasi saya dengar tadi insha Allah setelah jam tujuh atau jam delapan akan diumumkan resmi apakah betul ada kecurangan yang serius. Maka analisis yang sudah dilakukan oleh pemimpin kita juga bapak Profesor Doktor Amien Rais kekuatan people power itu mesti dilakukan, Setuju…Berani…Berani.

Kalau people power itu terjadi kita tidak perlu lagi mengikuti konteks-konteks tahapan-tahapan, karena ini udah kedaulatan rakyat bahkan ini mungkin cara dari Allah untuk mempercepat Prabowo dilantik. Tidak harus tunggu dua puluh Oktober. Inilah kekuatan people power, insha Allah. Tapi kita berharap tetap persatuan Indonesia harus dijaga. Tidak boleh kita pecah antar bangsa ini yang bikin brengsek elite-elite saja, terimakasih. (tjg)

 




Loading Facebook Comments ...