Search

Empat Terdakwa Pemalsu Surat Kapolri Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Foto. Ilustrasi (ist)
Foto. Ilustrasi (ist)

Depok, Reportasenews.com – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok Leli Adestripikasih yang menggantikan JPU Firman Wahyu Oktavian menuntut empat terdakwa pemalsu surat Kapolri selama 4 tahun 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Senin (25/2/2019).

Dalam amar tuntutan JPU, terdakwa yang terbagi dua berkas yakni Habel Yawa dan Muslimin Kansil serta Febriyanto dan Lucky Ferdian dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana atau melawan hukum turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan pemalsuan.

Perbuatan tersebut dapat menimbulkan kerugian karena pemalsuan surat sebagaimana diatur dan diancam Pasal 263 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan hukuman terhadap masing-masing terdakwa selama 4 tahun 6 bulan penjara,” ucap Leli dalam jalannya sidang.

Sebelumnya, dalam sidang pemeriksaan terdakwa yang dilakukan secara terpisah, terdakwa Febriyanto menuturkan dirinya menerima permintaan terdakwa Habel Yawa dikarenakan usaha beras yang dijalankan di Cilacap, Jawa Tengah, sedang mandek. Oleh sebabnya, permintaan terdakwa Habel Yawa untuk membuat surat keputusan Kapolri tentang rekomendasi kuasa urus dan jual scrap besi tua dan accu bekas PT Freeport Indonesia dilakukan.

“Iya majelis, terdakwa Habel Yawa dan Muslimin Kansil minta buatin surat itu. Usaha saya lagi surut ya saya ambil ,” kata terdakwa dalam jalannya sidang, Kamis (7/2/2019).

JPU menanyakan stempel yang terdakwa pergunakan dibuat dimana, terdakwa Febriyanto menuturkan stempel tersebut dibuatnya di wilayah Bogor.

“Saya buatnya di Bogor,” ucapnya.

Sementara dalam pemeriksaan terdakwa Habel Yawa membenarkan kalau dirinya meminta membuatkan surat keputusan tersebut kepada terdakwa Febriyanto yang dikenalkan terdakwa Muslimin Kansil. Habel Yawa juga tak menggelak kalau dia sudah memberikan upah sebesar Rp 150 juta kepada terdakwa Febriyanto.

“Ya, saya memang menyuruh terdakwa Febriyanto. Terdakwa Febriyanto saya kasih sebesar Rp 150 juta,” katanya.(jan/ltf)

 




Loading Facebook Comments ...