Search

Empat Terdakwa Pemalsu Surat Kapolri Jalani Sidang Pemeriksaan

Empat terdakwa usai mengikuti sidang di PN epok. (foto:ltf/jan)
Empat terdakwa usai mengikuti sidang di PN epok. (foto:ltf/jan)

Depok,reportasenews.com  – Empat terdakwa kasus pemalsuan surat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat. Kali ini, sidang tersebut beragendakan pemeriksaan terdakwa.

Keempat terdakwa itu terbagi atas dua berkas yakni, Habel Yawa dan Muslimin Kansil serta Febriyanto bersama Lucky Ferdian. Dalam pemeriksaan yang dilakukan secara terpisah, Febriyanto menuturkan dirinya menerima permintaan terdakwa Habel Yawa dikarenakan usaha beras yang dijalankan di Cilacap, Jawa Tengah, sedang mandek. Oleh sebabnya, permintaan terdakwa Habel Yawa untuk membuat surat keputusan Kapolri tentang rekomendasi kuasa urus dan jual scrap besi tua dan accu bekas PT Freeport Indonesia dilakukan. “Iya majelis, terdakwa Habel Yawa dan Muslimin Kansil minta buatin surat itu. Usaha saya lagi surut ya saya ambil ,” kata terdakwa dalam jalannya sidang, Kamis (7/2/2019).

Saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Renaldi yang menggantikan Firman Wahyu apakah dalam pembuatan surat itu terdakwa menerima upah, kemudian terdakwa menjawab ya dirinya menerima upah yang totalnya sebesar Rp 150 juta. Lalu JPU kembali menanyakan kaitannya dengan terdakwa Lucky Ferdian apa, lagi terdakwa menjawab dirinya membuat surat tersebut dikediaman terdakwa Lucky dengan menggunakan laptopnya. “Surat tersebut saya buat dari google tanpa ada yang diganti. Upah yang saya terima sebesar Rp 150 juta. Kalau terdakwa Lucky hanya saya beliin rokok dan lainnya,” ungkap terdakwa Febriyanto.

Kemudian JPU menanyakan stempel yang terdakwa pergunakan dibuat dimana, terdakwa Febriyanto menuturkan stempel tersebut dibuatnya di wilayah Bogor. “Saya buatnya di Bogor,” ucapnya.

Sementara dalam pemeriksaan terdakwa Habel Yawa membenarkan kalau dirinya meminta membuatkan surat keputusan tersebut kepada terdakwa Febriyanto yang dikenalkan terdakwa Muslimin Kansil. Habel Yawa juga tak menggelak kalau dia sudah memberikan upah sebesar Rp 150 juta kepada terdakwa Febriyanto. “Ya, saya memang menyuruh terdakwa Febriyanto. Terdakwa Febriyanto saya kasih sebesar Rp 150 juta,” katanya.

Dalam surat dakwaan JPU, keempat terdakwa yang terpisah atas dua berkas dijerat dengan dakwaan alternatif. Yakni, Pertama dengan Pasal 263 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1), Kedua dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...