Search

Enam Bulan Belum Terima Gaji, Delapan Dokter Spesialis RSD Besuki Datangi  Kantor Dinkes 

Delapan dokter spesialis yang bertugas  di RSD Besuki, Situbondo, mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo. (foto:fat)
Delapan dokter spesialis yang bertugas di RSD Besuki, Situbondo, mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Sebanyak delapan dokter spesialis yang bertugas  di RSD Besuki, Situbondo, mereka mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo, Selasa (8/8/2018).

Pasalnya,   selama enam bulan terhitung sejak awal Pebruari 2018 lalu, mereka mengaku tidak  digaji, sehingga untuk mempertanyakan gaji tersebut, dengan nominal yang mencapai  Rp. 200 juta lebih, sebanyak delapan dokter spesialis mendatangi Kantor Dinkes Pemkab Situbondo.

“Sebelum  mendatangi Kantor Dinkes, saya dan teman-teman sempat menanyakan kepada bendahara di RSD Besuki, tentang gaji yang tidak dibayar,  namun bendahara menjawab gajinya belum  cair dari bendahara Dinkes,”kata dokter spesialis,  yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (8/8/2018).

Menurutnya, karena bendahara menjawab belum ditransfer ke rekening RSD Besuki, sehingga untuk menindaklanjuti jawaban bendara tersebut, pihaknya langsung mendatangi Kantor Dinkes Pemkab Situbondo.

“Dengan tujuan, untuk mendesak agar bendahara Dinkes  segera mencairkan gajinya, namun setelah ditanyakan, ternyata gaji para dokter spesialis tersebut ditranfer setiap bulan ke rekening bendahara RSD Besuki,”bebernya.

Kepala Dinkes Pemkab Situbondo Abu Bakar Abdi  mengaku kecewa dengan manajemen RSD Besuki, Situbondo, yang  diketahui belum membayar gaji para dokter specialis.”Ini  mencoreng nama baik Kabupaten Situbondo. Padahal setiap bulan, bendahara Dinkes selalu membayar gaji dokter spesialis tersebut,”kata Abu Bakar Abdi,  Rabu (8/8/2018).

Menurutnya,  pihaknya sangat kecewa dengan manajemen RSD Besuki, yang berdalih berdalih tidak dibayarnya gaji dokter specialis itu karena dipersulit Dinkes Pemkab Situbondo.”Oleh karena itu, saya tegaskan Dinkes  tidak pernah mempersulit pembayaran gaji, karena hal itu merupakan hak-hak para dokter yang harus dipenuhi,’bebernya.

Lebih jauh Abu Bakar Abdi menegaskan,  pihaknya sudah jenuh melihat manajemen RSUD Besuki, Situbondo. Oleh karena itu, ke depan  pihaknya meminta kepada  RSD Besuki  harus berbenah.”Dengan cara,  memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien serta memberikan hak-hak jasa medis kepada  para dokter,”imbau Abu Bakar.

Abu Bakar mengingatkan,  jangan sampai ada gejolak akibat tidak diberikannya gaji para dokter. Selain akan mencoreng nama baik Kabupaten  Situbondo, telat gaji para dokter spesialis juga akan mencoreng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. (fat)




Loading Facebook Comments ...