Search

Esai Foto: Secangkir Kopi Untuk Anak Sekolah

KOPI1

Reportasenews.com – Sekelompok anak muda penggemar kopi dari Jakarta yang berjiwa sosial,  mulai tergerak hatinya untuk berbagi pada keluarga petani penggarap kopi, nun jauh disana di Pagaralam, Sumatera Selatan.

Untuk mewujudkan impiannya itu,  mereka membentuk komunitas PISS, yang artinya koPI Secangkir Sekolah. PISS ini adalah suatu gerakan moral untuk berbagi kepada anak petani kopi usia sekolah.

Awal mulanya, Joko Dolok menjajakan kopi keliling dengan brand PILING GUUT, yaitu koPI keliLING nungGU diserupUT. Tepat pada  29 agustus 2017, Piling Guut mulai beredar di Jakarta,  sasarannya adalah mendatangi para alumni kampus IISIP Jakarta, di kantornya masing-masing.

Memang minat kopi saat ini begitu seksi dan mendapat porsi yang sangat bagus disemua kalangan. Dan,  usaha Joko Dolok seakan bersambut.

PILING GUUT ini menggunakan kopi asli asal Rimba Candi,  Pagaralam, Sumatera Selatan. Kopi Rimba Candi Pagaralam ini kemudian dikemas ke dalam  brand Absolut. Agar tidak melupakan jerih payah dan pengorbanan para petani penggarap kopi Rimba Candi,  Joko Dolok membuat gerakan PISS.

Gerakan PISS ini adalah bentuk kepedulian terhadap anak usian sekolah keluarga petani penggarap kopi. Caranya, dari setiap secangkir kopi yang dinikmatikonsumen, disana ada keuntungan. Keuntungan ini kemudian disisihkan untuk anak petani penggarap kopi.

KOPI2

Dana hasil penjualan kopi keliling yang telah terkumpul ditambah  sumbangan para donatur penikmat kopi di Jakarta,  membuahkan event charity di Rimba Candi Pagaralam.

Beberapa kegiatan dapat terlaksana, antara lain membagikan pakaian layak pakai untuk keluarga petani penggarap kopi, sunatan massal dan menanam bibit kopi Arabica. Selain itu ada layar tancap yang menayangkan beberapa film untuk  menghibur para petani penggarap kopi.

Dan yang terpenting dari gerakan PISS ini adalah, berbagi hasil dari penjualan Piling Guut.  Dari setiap segelas kopi yang dibeli konsumen dengan harga Rp 12.500/gelas, secara otomatis sudah disisihkan dana sebesar Rp 2.500. Dana ini seluruhnya dianggarkan untuk keperluan sekolah anak-anak petani penggarap kopi di Rimba Candi Pagaralam, Sumatera Selatan

“Dana yang terkumpul ini saya peruntukkan untuk membeli buku pelajaran, baju dan celana seragam sekolah serta  perlengkapan sekolah lainnya, ” tutur Joko Dolok alumni IISIP 30 tahun lalu. KOPI3

Harapan Joko Dolok, gerakan PISS ini dapat menjadi contoh bagi para pengusaha kopi atau barista yang sudah sukses dalam kariernya untuk peduli pada nasib petani penggarap kopi diseluruh Indonesia.

“semoga gerakan PISS ini menjadi gerakan nasional.  Biarpun sedikit yang kita beri,  sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” cetuskan Joko Dolok  sambil tertawa lepas.

Naskah dan Foto-foto: Joko Dolok




Loading Facebook Comments ...