Search

Gagal Dijemput Bidadari, Rofiq Dihina Warga Sukoharjo

Rofiq Asharuddin (22) diduga sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri yang gagal
Rofiq Asharuddin (22) diduga sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri yang gagal

Sukoharjo, reportasenews.com-Rofik Asharuddin lahir di Sukoharjo, 1 Desember 1997. Kini Rofik usianya 22 tahun. Tidak disangka anak kedua dari pasangan Muhtadi dan Sukinem ini berani melakukan bom bunuh diri. Polri menyatakan pelaku Rofik Asharuddin (RA) menggunakan bom pinggang saat berusaha bunuh diri.

“Mengenakan jenis bom pinggang, sehingga ketika terjadi ledakan melukai yang bersangkutan sebagian perut maupun tangan sebelah kanan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

Senin malam kemarin, terdengar suara ledakan bom yang sedikit mengguncang Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo. Ledakan itu tepat terjadi pada pukul 22.30 WIB.

Di antara kepanikan warga dan aparat polisi yang kocar-kacir akibat suara ledakan bom bunuh diri ini, ada pemandangan tragis. Seonggok daging berlumur darah terdiam di atas aspal jalan, seperti sudah ditinggalkan ruhnya.

Warga yang menyaksikan peristiwa ini banyak yang berteriak histeris. Dan teriakan warga semakin terdengar keras, saat seonggok daging tersebut mulai bergerak, dan mampu mengangkat kepalanya. Dia pun mulai terlihat mampu duduk sambil memegangi luka ditubuhnya..

“Esih urip. Padahal getihe akeh,” teriak seorang wanita  yang menjadi saksi saat Rofiq menggeliat kesakitan lalu bangkit dari tidurnya usai melakukan bom bunuh diri yang gagal.

Pelaku diduga Rofiq Asharuddin adalah seorang warga Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura, Jawa Tengah. Rumah Rofik berada hanya  500 meter dari Pos Polisi Kartasura.

“Dasar terorist, pengen bunuh diri ben dijemput bidadari. Sue ora mati. Biar rasakno sakite,” hinaan seorang bapak yang terlihat sangat membenci tindakan Rofiq di bulan suci Ramadhan ini, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6).

Usia Rofik masih terbilang muda, baru sekitar 22 tahun. Namun perilakunya sehari-harnya sangat berbeda dengan pemuda seusianya. Rofiq sangat tertutup sekali.

“Keluargane due hajat bae ora mbantu,” ujar Sumi warga disekitar tempat tiggal Rofiq.

Bom bunuh diri yang gagal dilakukan Rofiq ini sama sekali tidak disangka warga Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura.  Salah seorang warga bahkan menganalisa soal perubahan sikap Rofiq dua tahun terakhir ini.

Masih menurut warag, sekitar dua tahun silam Rofik pernah pergi dari rumah selama tiga bulan dan sepulangnya dia sudah berubah. Rofiq Mulai menjauh dari pergaulan dilingkungannya.

“Kayaknya de’e wes dicuci otake karo terorist,” kata Warto yang mengaku mengenal Rofiq sebelum dia berubah menjadi pemuda tertutup.

Dari keterangan warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Rofiq mengikuti perkumpulan aneh di luar Sukoharjo. (tjg)

 




Loading Facebook Comments ...