Search

Galian Tanah Kotori Jalan, Sejumlah Pengendara Alami Celaka

Jalan becek akibat tercecer tanah galian di salah satu ruas jalan di Depok. (ltf)
Jalan becek akibat tercecer tanah galian di salah satu ruas jalan di Depok. (ltf)
Depok, reportasenews.com – Sejumlah pengedara motor terjatuh akibat tumpahan tanah galian letter C di lahan sengketa yang belum inkrach antara Pepabri dengan Kementerian Telekomunikasi dan Informasi di Kelurahan Tirta Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok, Rabu (19/2/2019).

Andi (24) warga Kelurahan Jatimulya mengatakan, dirinya terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainnya akibat licinnya jalan oleh tanah galian. Padahal laju kendaraan yang dikemudikan oleh dirinya terlalu cepat. “Iya jalannya licin amat karena tanah mas. Saya sudah hati-hati tapi tetap jatuh,” kata Andi saat ditemui.

Selain dirinya, kata dia, ada beberapa pengedara yang juga terjatuh akibat licinnya jalan dari tumpahan tanah galian. “Bukan hanya yang terjatuh tapi ada beberapa pengendara,” ujarnya.
Hal serupa pun diutarakan Rahmat (37) warga Kelurahan Kalimulya. Menurutnya, galian tanah yang sedang berlangsung belum mengantongi izin dari pemerintah. Karena lahan itu masih berstatus sengketa. “Lahan itu kan masih bersengketa. Kok kenapa bisa tanah di situ diambil atau diangkut,” ucapnya.
Oleh karenanya, dirinya berharap Pemkot Depok tak tutup mata terhadap galian tanah ilegal yang ada di Tanah Pepabri di Kampung Serab. Sebab hal itu tentunya merugikan Pemkot dan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. “Saya berharap Pemkot Depok jangan diam atas hal ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Depok Yulistiani Mocthar membenarkan bahwa galian tanah di Kampung Serab belum mengantongi izin. “Ya belum miliki izin,” kata Yulistiani saat dihubungi melalui pesan What’sApp.
Diungkapkan Yulistiani, pekan lalu pihaknya telah berencana memanggil pihak pelaksana galian. Namun, karena mendengar kabar galian tanah tersebut sudah dihentikan akhirnya pemanggilan dibatalkan. “Minggu kemarin kami sudah berencana memanggil pihak pelaksana. Cuma denger kabar sudah dihentikan akhirnya dibatalkan,”” pungkasnya. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...