Search

Gara-gara Uang Komisi, Nelayan Ditusuk Tetangga

Korban penusukan Syukur Adinata alias Tigor, ketika di rawat di RSUD Situbondo. (foto: fat)
Korban penusukan Syukur Adinata alias Tigor, ketika di rawat di RSUD Situbondo. (foto: fat)

Situbondo, reportasenews.com – Diduga karena uang komisi penjualan ikan, seorang nelayan bernama Syukur Adinata alias Tigor (47), warga Kampung Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, tega menusuk kepala korban Musahwi (40), yang tak lain adalah tetangganya.

Akibat ditusuk dengan menggunakan pisau, korban Musahwi mengalami luka robek di kepala bagian belakang, khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, para nelayan langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Panarukan, Situbondo.

Namun, karena luka yang dialami Musahwi cukup parah, sehingga korban langsung dirujuk ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo. Kini korban masih menjalani rawat inap di RSU milik Pemkab Situbondo itu.

Diperoleh keterangan, sebelum peristiwa itu terjadi, kedua nelayan sempat berselish tentang komisi penjualan ikan, karena pelaku menilai komisi penjualan ikan yang diberikan korban nominalnya kurang.

Diduga karena tersinggung pelaku kalap dan langsung menusukan pisau ke bagian belakang korban. Mendapat serangan secara mendadak, korban terjatuh bersimbah darah di lokasi kejadian, dengan kondisi mengalami luka robek di kepala bagian belakang.

Mengetahui pelaku melakukan penganiayaan terhadap Musahwi, para nelayan setempat langsung melerai pelaku, sedangkan nelayan yang lain membawa korban ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, setelah sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Panarukan, Situbondo.

Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo mengatakan petugas masih memeriksa pelaku.

“Selain itu, petugas juga akan memanggil saksi untuk diminta keterangannya,” kata Iptu Nanang Priyambodo.

Lebih jauh Nanang menambahkan, karena khawatir pelaku dihakimi puluhan keluarga korban, usai melakukan penganiayaan dan penusukan kepada korban, pelaku menyerahkan diri ke Mapolres Situbondo.(fat)




Loading Facebook Comments ...