Search

Gelapkan Truk Gandeng, Warga Besuki Ditangkap dan Satu Pelaku DPO

Tersangka Ahmad, saat diamankan ke Mapolres Situbondo. (foto:fat)
Tersangka Ahmad, saat diamankan ke Mapolres Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reporasenews.com – Ahmad (38), warga Desa/Kecamatan Besuki, Situbondo ditangkap oleh tim Resmob Polres Situbondo, karena menggelapkan truk ganding bermuatan jagung bernopol P 8619 UE milik Hendra Winarto (60), warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo.
Pria yang berprofesi sebagai kernek truk milik PT Indah Kuning ini ditangkap di rumah salah temannya di Pakong Pamekasan, Madura. Sedangkan satu tersangka bernama Sahrumo (40), yang merupakan sopir truk tersebut berhasil kabur, saat hendak ditangkap.
Diperoleh keterangan, penangkapan terhadap Ahmad itu, berdasarkan laporan korban Hendra Winarto ke Mapolres Situbondo, karena sejak 8 Nopember 2019 lalu, Sahrumo selaku sopir membawa truk gandeng yang sarat dengan muatan jagung pipilan, Dengan tujuan, untuk mengirim puluhan ton jagung terseut ke Kota Bogor, Jawa Barat.
Mendapat laporan adanya laporan penggelapan truk gandeng bermuatan jagung pipilan, tim Resmob Polres Situbondo langsung melalukan penyelidikan, hingga akhirnya petugas mendengar adanya truk gandeng yang mau dijual di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Bahkan, begitu mendapat informasi ada  truk gandeng yang akan dijual  bernopol yang sama dengan  milik PT Indah Kuning, tim Resmob Polres Situbondo langsung meluncur ke Kota Pamekasan. Bahkan, menangkap pelaku  petugas menyamar sebagai pembeli.
Ironisnya, saat terjadi transaksi antara petugas dengan pelaku, Sahrumo, Ahmad dan ketiga temannya di Pakong Pamekasan Madura, mereka semuanya menghunus  senjata tajam (Sajem) jenis celurit, sehingga petugas cukup berhati-hati untuk menangkapnya.
Namun, saat mereka ditunjukan sisa saldo di rekening salah seorang petugas, mereka langsung meletakan celuritnya, sehingga kesempatan tersebur dimanfaatkan untuk petugas untuk memberikan tembakan peringatan.
Mengetahui petugas yang menyamar sebagai pembeli, Sahrumo bersama empat orang temannya langsung kabur ke areal persawahan, sedangkan Ahmad berhasil oleh petugas, setelah Ahmad terjatuh saat kabur di pematang sawah dilokasi kejadian.
“Penangkapan pelaku penggelapan truk gandeng cukup dramatis dan menyerahkan, karena saat melakukan transaksi, Sahrumo dan temannya sama-sama memegang sajam,”kata Aiptu Parka, Selasa (26/11/2019).
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Iptu Masykur mengatakan, selain berhasil mengamankan satu tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti truk gandeng, sedangkan puluhan ton jagung pipilan milik korban dijual eceran hingga ke Jawa Tengah. Kerugian materi akibat penggelapan truk gandeng dan puluhan ton jagung pipilan itu mencapai Rp.750 juta.
“Selain itu, untuk pengembangan kasusnya, tersangka Ahmad masih diperiksa oleh penyidik, sedangkan satu tersangka atas nama Sahrumo dinyatakan DPO,”ujar  AKP Masykur.(fat)



Loading Facebook Comments ...