Search

Gelar Ngopi Hukum, KWG Turut Berkontribusi Positif untuk Masyarakat Gresik

Ngopi Hukum KWG dengan narasumber Tursilowanto Harijogi, Bayu Probo Sutopo, Fransiskus Arkadeus Ruwe dan AKBP Wahyu S Bintoro. (Foto/didik hendri).
Ngopi Hukum KWG dengan narasumber Tursilowanto Harijogi, Bayu Probo Sutopo, Fransiskus Arkadeus Ruwe dan AKBP Wahyu S Bintoro. (Foto/didik hendri).

Gresik, Reportasenews.com – Komunitas Wartawan Gresik (KWG) menggelar ngopi hukum bertajuk ” Menakar Penegakan Hukum di Gresik ” yang digelar di Hotel @Home Premiere, di Jalan Kalimantan, GKB Kecamatan Manyar Gresik, Jawa Timur, Selasa (26/3/2019) malam.

Ngopi hukum KWG dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2019 ini dimoderatori Agnes Santoso dari SBO TV. Narasumber yang dihadirkan, yakni Bupati Gresik Sambari Halim Radianto  yang diwakilkan Asisten I Sekda Tursilowanto Harijogi, Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika diwakilkan Kasi Intel Bayu Probo Sutopo, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe dan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro.

Dalam ngopi hukum tersebut muncul sejumlah pertanyaan menarik dari peserta yang dihadiri ratusan orang mulai kepala OPD di lingkup Pemkab Gresik, pimpinan DPRD, pengacara, Polri, asosiasi kepala desa (AKD), ketua partai, perwakilan perusahaan, akademisi, wartawan dan komponen masyarakat lainnya.

Bahkan, Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim yang turut hadir, dalam kesempatan tersebut meminta kepada aparat penegak hukum agar dalam penegakan hukum jangan ada catatan.

” Semua kasus yang ditindak harus sesuai prosedur hukum. Semua yang terbukti salah harus ditindak agar tak ada opini buruk dari masyarakat,” pintanya serius.

Sedangkan Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa)  Gresik Nurul Yatim meminta kepastian pelaksanaan perjanjian kerja sama terkait kesalahan administrasi dan pidana. “Saat ini banyak kepala desa yang resah atas laporan-laporan dari masyarakat yang belum tentu jelas kebenarannya,” ungkapnya.

Menanggapi sejumlah pertanyaan terkait penindakan hukum tersebut, Kasi Intel Kejari Gresik Bayu Probo Sutopo menyatakan, bahwa Kejaksaan dalam penegakan hukum dipastikan tidak akan tebang pilih.

“Kami pastikan Kejari Gresik tidak akan tebang pilih dalam penindakan hukum. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum, pasti akan kami tindak tegas tanpa kenal kompromi,” tegas Petinggi Kejari Gresik yang telah mengirim tiga pejabat penting Gresik mendekam di rutan ini.

Sementara Asisten I Pemkab Gresik Tursilowanto Harijogi, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro maupun Ketua PN Gresik Fransiskus Akardeus Ruwe sepakat bahwa siapa pun yang bersalah melanggar hukum, apalagi pejabat pemerintahan akan ditindak tegas sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. (dik)




Loading Facebook Comments ...