Search

Jelang Ramadan, Polisi kembali Gerebek Tiga Rumah Produksi Miras di Meliau

jajaran Polda Kalimantan Barat hingga seluruh Polsek mengelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat, dengan sasaran produksi minuman keras jenis arak. (foto:das)
jajaran Polda Kalimantan Barat hingga seluruh Polsek mengelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat, dengan sasaran produksi minuman keras jenis arak. (foto:das)

Meliau, Reportasenews.com – Jelang bulan suci Ramadan 1439 H, jajaran Polda Kalimantan Barat hingga seluruh Polsek mengelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat, dengan sasaran produksi minuman keras jenis arak.

Polsek Meliau, Polres Sanggau, operasi penertiban produksi minuman keras jenis arak dimulai Kamis (10/5) pukul 15.30 WIB, terhadap tiga lokasi produksi minuman keras di Kampung Sagi, Dusun Tanjak Mulong, Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau.

Penertiban dalam rangka Operasi Pekat Kapuas 2018 dipimpin langsung Kapolsek Meliau, Iptu Muda Rezeki Pardosi SH diikuti  16 personil Polsek Meliau.

“Di  lokasi pertama,  Kampung Sagi, Dusun Tanjak Mulong, Desa Sungai Mayam Kecamatan Meliau, petugas kami melakukan operasi penertiban Penyakit Masyarakat terhadap industri rumahan milik Parni alias ahau (32) dengan mengamankan 2 buah jeriken dengan ukuran masing-masing 20 liter berisi berisi cairan diduga minuman keras jenis tajok atau arak putih dicampur ramuan tradisional,” ungkap Kapolsek Meliau, Iptu MR, Pardosi, Sabtu (12/5).

Selain barang bukti arak hasil produksi, juga ditemukan alat proses pembuatan arak seperti tungku, wajan, dandang terbuat dari drum besi berwarna hitam, suling dan selang, dayung serta drum plastic berwarna biru berisi campuran ragi.

Sasaran operasi pekat kedua, masih di lokasi yang tak jauh dari lokasi pertama, tim Polsek Meliau juga mengerebek produksi minuman keras jenis arak milik Surtino alias Ahiun (37).

“Barang bukti yang kami peroleh di lokasi adalah, 4 buah jeriken berukuran masing-masing 20 liter berisi berisi cairan sebanyak 20 liter diduga minuman keras jenis arak putih, 1 kantong plastik berukuran besar berisi cairan sebanyak sekira 20 liter diduga minuman keras jenis arak putih dan peralatan memasak untuk produksi miras,” ujarnya.

Di lokasi ketiga, juga tak berada jauh dari lokasi pertama dan kedua, tim operasi penertiban penyakit masyarakat Polsek Meliau juga mengamankan Pranoto alias Ahi ( 63) juga memproduksi minuman keras jenis arak.

“Barang bukti yang diamankan sebuah jeriken volume 20 liter berwarna putih berisi cairan sebanyak 20 liter diduga minuman keras jenis arak putih dan perlengkapan peralatan memasak untuk memproduksi minuman keras jenis arak ini,” ucapnya.

Pengungkapan tiga lokasi produksi minuman keras tradisional ini setelah petugas Polsek Meliau mendapatkan informasi tentang ada warga yang memproduksi minuman keras di Dusun Tanjak Mulong, Desa Sungai Mayam.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, selanjutnya petugas melaksanakan penyelidikan tentang informasi tersebut. Sekira jam 15.30 WIB, petugas Polsek Meliau langsung menuju ke lokasi,” papar dia.

Rata-rata produksi minuman keras jenis arak ini masih dilakukan secara tradisional dengan tungku bakar. Sedangkan bahannya dari beras yang telah dicampur ragi kemudian mereka suling hasil merebus beras dan ragi ini kemudian hasil sulingan ini yang mengandung alkohol.

Proses pembuatan arak ini dilakukan di belakang rumah para tersangka dengan membuat sendiri pondok  kecil yang dipergunakan sebagai tempat untuk memproduksi minuman keras.

Saat ini pemilik produksi minuman keras ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Meliau. Sedangkan barang bukti berupa arak ini akan dilakukan uji laboratorium dengan berkoordinasi ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak. (das)




Loading Facebook Comments ...