Search

Gubernur Kalbar Beri Waktu Lima Hari ke Pertamina Tuntaskan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

warga antre gas elpiji 3 kg (foto:das)
warga antre gas elpiji 3 kg (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Kelangkaan gas elpiji 3 kg terus terjadi hinga menjelang Idul Adha 1441 Jumat (31/7/2020) besok. Bahkan, antrian warga sejak Kamis (30/7/2020) pagi hingga sore ini masih memadati pangkalan gas 3 kg di sejumlah titik mulai dari kota Pontianak, dan Kubu Raya.

Di kantor Gubernur Kalimantan Barat,  Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji memintaWeddy Surya Windrawan selaku  Sales Area Manager (SAM) PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalbar, menyelesaikan kelangkaan gas 3 kg ini dalam waktu lima hari kedepan.
Hingga Kamis (30/7/2020) sore ini, antrian gas elpii terjadi di sejumlah agen dan pangkalan gas. Warga telah  antri sampai pagi, dan sore ini warga baru bernafas lega karena baru bisa membawa pulang tabung berisi gas 3 kg satu tabung satu orang, dengan harga HET Rp 16.500,-.
Antrian warga mengular panjang, mereka membawa tabung gas 3 kg yang kosong. Bahkan kerumunan terjadi, sebagian warga menggunakan masker namun sebagian tidak menggunakan masker. Malah jarak antrian sama sekali tidak dijaga, dan terlalu rapat, padahal pandemi Covid 19 belum berakhir.

“Saya sudah dari pagi pak antri disini, karena pagi saya bekerja, jadi pagi anak saya yang antri, baru lah sore ini saya yang antri, karena gas 3 kg susah dicari. Kalau ada, di pengecer harganya bisa mencapai Rp 27.000 per tabung, disini harganya normal Rp 16.500 per tabung,” kata Lusiem
Sementara di Kantor Gubernur, Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji mendapat kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VII, Maman Surachman, dan Kepala BPH Migas M. Fanshrullah Asa serta dihadiri  Sales Area Manager (SAM) PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalbar, Weddy Surya Windrawan, dan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan ini, Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji langsung mencecar  Sales Area Manager (SAM) PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalbar, Weddy Surya Windrawan terkait kelangkaan gas 3 kg yang telah berlangsung lebih dari dua pekan terakhir.
“Saya berikan waktu Pertamina lima hari ya untuk menyelesaikan (kelangkaan Elpiji 3Kg) ini ya kalo tidak selesai, dia harus selesai,” tegasnya, saat menerima Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI Maman Abdurahman, di Praja I, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (30/7/2020).

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji mengatakan saat ini data terpadu Pemprov Kalbar, keluarga sejahtera atau orang miskin di Kalbar ada 462 ribu, sehingga dirinya yakin elpiji 3 kg lebih dari itu.

“Sekarang, tata niaganya, dari agen ke pangkalan, lalu pengecer. Ini semua bisa diatur. Kalau terjadi kelangkaan, agen yang harus bertanggung jawab. Agen yang nakal-nakal berhentikan saja,” ungkapnya.

Sutarmidji juga menegaskan tak segan-segan menerjunkan Sat Pol PP Provinsi Kalbar untuk melakukan razia kepada masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji 3 Kg agar ditangkap, terutama kalangan pengusaha yang masih menggunakan gas 3 kg untuk beragam usahanya.

“Kita akan tegas, Percayalah. Semua masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji 3 Kg, kita akan tindak,” tegasnya.

Sementara anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman petemuan ini untuk merespon situasi kekinian di Provinsi Kalbar, yakni menyerap aspirasi di Kalbar.

“Ada beberpa isu yang kita bicarakan dan juga Kita dorong untuk menghasilkan sebuah solusi,” kata Maman Abdurahman.

Isi yang pertama, yakni mengenai Elpiji 3 Kg, DPR RI di Komisi VII meminta untuk menaikan kuota nasional terlebih dahulu dari 7 juta metrik ton menjadi 7,5 juta metrik ton, artinya ada penambahan 500 ribu metrik ton.

“Tinggal nanti kita detail kan, khusus Provinsi Kalbar elpiji 3 Kg nanti akan dirumuskan dan akan kita kawal, namun data orang miskin harus terlebih dahulu diperbaiki dan diteliti, ini semuanya pegang data berbeda, wajarlah akhirnya penyaluran gas 3 kg ini tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Lalu, masih kata Maman Abdurrahman, tadi sudah disampaikan ada tambahan BBM bersubsidi sekitar 17 juta Liter untuk wilayah Kalbar.

“Kita harus memberikan apresiasi atas upaya yang didorong oleh Gubernur atas upaya untuk mengakomodasi daerah-daerah yang masih membutuhkan BBM subsidi,” tuturnya.

Komisi VII DPR RI mendorong bahkan mendesak kepada pemerintah untuk merealisasikan pembangunan pipa Gas di jaringan Wilayah Kalimantan, khususnya Kalbar.

“Kita mendorong atau mendesak agar segera dimasukan dalam Renstra dan rencana induk pemerintah. Pembangunan pipa Gas ini untuk meningkatkan peradaban masyarakat,” harapannya.

Di tempat terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan telah mengeluarkan surat edaran terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg di wilayahnya.
“Saya sudah meminta semua ASN tidak menggunakan atau membeli gas 3 kg, pakailah gas yang telah disesuaikan tingkat kemampuan dan ekonomi,yaitu gas non subsidi karena saya rasa ASN mampu, jadi tak perlu pakai gas 3 kg, malu lah kita sama masyarakat yang membutuhkan gas 3 kg ini,” tegasnya.
Intruksi ini berlaku bagi pegawai negeri, TNI/Polri serta pegawai BUMN yang berdomisili di Kubu Raya.
Muda Mahendrawan juga meminta kalangan pengusaha seperti rumah makan, restoran, warung kopi, laundry, usaha pertanian dan peternakan yang tidak tergolong Usaha Kecil Menengah (UKM) tidak menggunakan gas elpiji 3 kg.
“Saya malah memiliki saran dan ide, bagaimana tabung gas 3 kg ini disetiap daerah dibedakan warnanya, sehingga jika gas elpiji 3 kg ini dibawa diluar wilayah kabupaten/kota itu ketahuan dari mana asalnya tabungnya, sehingga antar daerah tidak saling menyalahkan terkait kuota gas yang dimiliki,” tutupnya. (das)



Loading Facebook Comments ...