Search

Gubernur Kalbar : Pembelajaran Tatap Muka Akan Terus Dievaluasi

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 3 Pontianak, Senin (22/2/2021).

Pontianak, reportasenews.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Senin (22/2/2021) meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka serentak di Kota Pontianak.

Salah satu sekolah yang dikunjungi orang nomor Satu di Kalbar ini adalah SMA Negeri 3 Pontianak di jalan WR. Supratman.
Sutarmidji didampingi sejumlah pejabat termasuk Protokol humas Pemprov Kalbar.

Meski udara saat ini berkabut asap akibat dampak karhutla dan masih di tengah pandemi Covid 19, namun siswa siswi SMA 3 Negeri Pontianak tetap semangat melakukan sekolah tatap muka.

Saat berkunjung di SMA Negeri 3 Pontianak, Sutarmidji, sempat menanyakan kesiapan siswa dan guru termasuk pihak sekolah dalam penerapan protokol kesehatan Covid 19.

“Saya ingin memastikan para siswa ini menggunakan masker, meski saat ini ada masker yang dibagikan berupa masker scuba, tapi paling tidak masker ini bisa digunakan secara berganti, biar tak pakai masker itu melulu sampai kurang bagus dan bau,” ungkap Sutarmidji.

Sekolah tatap muka dimulai dengan sistem double shift dimana sesi pertama dimulai jam 07.30 WIB sampai jam 09.30 WIB. Sesi kedua masuk jam 09.35 WIB sampai jam 11.45 WIB dan hanya di prioritas untuk kelas XII, dengan waktu belajar Senin – Kamis dan Jumat dilakukan evaluasi.

“Sekolah menyiapkan seluruh protokol kesehatan yang disyaratkan,” kata kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pontianak, Wartono, Senin (22/2/2021).

Wartono mengatakan, jumlah siswa yang duduk dikelas XII ada 332 siswa/i. Namun ada menyisakan ada 40 an lebih orang tua siswa yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka namun tetap melakukan pembelajaran secara daring.

“Yang diizinkan ini separuh nya saja. Sekitar 150 siswa yang ikut sekolah tatap muka,” ucapnya.

Untuk protokol kesehatan dan pencegahan penularan Covid 19, pihak sekolah telah bekerja sama dengan Puskesmas dan memiliki pusat kesehatan seperti Unit kesehatan Sekokah (UKS) dan pengecekan suhu tubuh setiap saat tersedia di sekolah, namun siswa yang sakit tidak diiizinkan masuk sekolah tatap muka.

“Harus ada izin dari orang tua, pakai masker dan hand sanitasi , sangat ketat, dan kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan dan mereka dipersiapkan untuk mengikuti ujian sekolah pada 29 Maret 2021 hingga 9 April 2021. Simulasi pernah dilakukan sekolah tatap muka, karena zona orange sempat ditunda lagi. Kita juga tak mengizinkan anak anak sepulang sekolah tidak berkumpul dan langsung diminta pulang ke rumah,” bebernya.

“Kita koordinasikan dengan Satpol PP, anak sekolah patuh patuh. Dan suasana sekolah tatap muka akan terus dievaluasi dan melihat kondisi zona di wilayah nya agar tak menimbulkan kluster baru Covid 19 di sekolah,” tutupnya. (das)




Loading Facebook Comments ...