Search

Gunung Agung Malam Ini Menggeliat, Puncak Membara Memerah

Screen Shot 07-02-18 at 08.38 PM

Bali, reportasenews.com – Telah terjadi erupsi G. Agung, Bali pada tanggal 02 Juli 2018 pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Demikian menurut penjelasan rilis dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Bali.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik.

Erupsi terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman. Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km.

#kabargunung Video detik detik terjadinya letusan Gunung Agung Pantauan dari CCTV Live Telkomsel Bukit Asah, Tanggal 2 Juli 2018, Pukul 21.00 Wita. . Dari data Pos Pengamatan Gunungapi Agung erupsi terjadi secara strombolian dan terdengar pula suara dentuman. Lontaran lava pijar pun teramati keluar kawah dengan jarak mencapai 2 ribu meter. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi kurang 7 menit 21 detik. . Multiplatform Application for Geoharzard Mitigation and Assesment (Magma) Indonesia dari Kementerian ESDM mencatat saat erupsi terjadi, kolom abu teramati setinggi kurang lebih 2.000 m dari atas puncak Gunung Agung. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. . PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung. _ Mari berdoa untuk keselamatan saudara kita di Bali ???????? _ Sumber : CNN Indonesia Video Via @beritabalicom #prayforkarangasem #AwasAgung #PRBMitigasi #gunungAgung #volcano #balisafe #prayforkarangasem #karangasem #bali #beritabali

A post shared by PENDAKI & GUNUNG INDONESIA (@gunungindonesia) on

Saat ini G. Agung berada pada Status *Level III (Siaga)* dengan rekomendasi:
(1) Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona

Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.




Loading Facebook Comments ...