Search

Gunung Carstensz Pyramid, Tanah Tertinggi Milik NKRI Tujuan Ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika

Puncak Carstensz Pyramid (4.884 m) menjadi salah satu seri pendakian gunung tertinggi di dunia yang bergengsi. Sejak Reinhold Messner menyelesaikan seven summit di tanah tertinggi milik NKRI itu, Carstenzs menjadi sangat terkenal dan dipuji sebagai salah satu puncak gunung yang menantang. Syatiri Ahmad (berdiri), Asep Sumantri (depan baju biru).
Puncak Carstensz Pyramid (4.884 m) menjadi salah satu seri pendakian gunung tertinggi di dunia yang bergengsi. Sejak Reinhold Messner menyelesaikan seven summit di tanah tertinggi milik NKRI itu, Carstenzs menjadi sangat terkenal dan dipuji sebagai salah satu puncak gunung yang menantang. Syatiri Ahmad (berdiri), Asep Sumantri (depan baju biru).

Papua, reportasenews.com-Puncak Carstensz Pyramid (4.884 m) menjadi salah satu seri pendakian gunung tertinggi di dunia yang bergengsi. Sejak Reinhold Messner menyelesaikan seven summit di tanah tertinggi milik NKRI itu, Carstenzs menjadi sangat terkenal dan dipuji sebagai salah satu puncak gunung yang menantang.

Tujuh puncak tertinggi Carstenzs Pyramid (Australia-Asia), bersama Mount Everest (Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Selatan), Mckinley (Amerika Utara), dan Vinson Massif (Antartika).

Syatiri Ahmad Asa dan Asep Sumantri, pendaki gunung dari Top Ranger And Mountain Pathfinder (TRAMP) berbagai pengalamannya dalam summit attack seperti di bawah ini. Syatiri dan Asep Sumantri akan memimpin pendakian dalam Ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika pada 28 September-11 Oktober 2017 mendatang.

Pendakian Carstensz Pyramid biasanya satu kesatuan dengan pendakian ke Puncak Jaya Wijaya yang memiliki es abadi. Puncak Jaya Wijaya menjadi pemanasan pada pendaki, karena dengan perjalanan yang tidak begitu sulit menjadi bekal penambahan aklimatisasi. Puncak es abadi itu memang perlahan mencair, menjejakan kaki disana, merasakah tanah tertinggi NKRI berada dalam dekapan yang hangat kita.

Sehari setelah itu, saya pindah target ke atap dunia milik Indonesia. Perjalanan dimulai dari lembah Danau-Danau (4.200 m) pada pukul 02.00 WIT. Dari dasar dinding Carstensz, dengan teknik jumaring sekitar 4 bagian dari yang lebih mudah scrambling hingga yang panjang menapai 40 meter ke Teras Besar pada ketinggian 4.600 m.

Sekitar subuh kami sampai di lokasi Teras Besar, peralatan pendakian yang berkualitas terutama yang menahan suhu dingin diperlukan. Kebutuhan air minum, setiap orang membawa 4 liter. Saya menaruh 2 liter di beberapa bagian, sebagai cadangan dan sisanya saya bawa ke puncak. Udara memang dingin sekali, mencapai minus 15 derajat Celcius.

Sesudahnya, perjalanan scrambling ke Carstensz Ridge bisa dicapai dengan trekking. Dari sini, jarak ke puncak bisa dicapai dalam 3-4 jam, tergantung ritme perjalanan. Jika kekuatan tim merata, dengan kondisi bugar perjalanan menjadi lebih baik. Di tebing ini sudah sudah dipasang tali tetap hingga patahan tebing. Tali ini dipasang pertama kali oleh Ripto Mulyono dari Mapala UI pada tahun 1994 bersama almarhum Rob Hall (wafat dalam tragedi ‘Everest Disaster’, 1996).

Ada tyrolean traverse menyeberang menggantung pada seutas tali sepanjang 50 m, yang sekarang sudah dipasang Burma Bridge (jembatan melayang dari temali).  Butuh adrenalin tinggi untuk melakukan hal ini, utamanya bila cuaca cerah, karena jurang sedalam kira-kira 600 m menganga di bawah.

Tanah tertinggi sepertinya sudah kelihatan, namun di balik itu ada puncak-puncak palsu yang perlu dilewati. Masih ada waktu sekitar 2 jam lagi mencapai puncak, latihan fisik yang teratur dengan kemampuan paru-paru menghisap udara yang baik ditantang sampai ke batasnya di ketinggian ini. Kelelahan dan kegembiraan yang menjadi satu, biasanya menjadi sumber bahaya tersembunyi.

Lepas dari kawasan menegangkan tadi, terlihat Puncak Carstensz yang ditandai dengan Prasasti Hartono Basuki, pendaki dari Mapala UI yang meninggal saat cuaca buruk dalam ekspedisi 1982. Lahan sempit yang hanya muat enam orang berdiri, sujud syukur ketika tiba di sini, tanah tertinggi NKRI.

Saya tiba ketika cuaca yang bagus, udara cerah dan langit biru. Bisa menyaksikan Laut Arafuru, dataran tinggi Zenggilorong, Gresberg, Ideburg, Tembagapura dan Timika. Dan para pendaki yang berdiri di puncak NKRI ini akan menjadi orang tertinggi di lempeng benua Australia dan Asia. (tat)




Loading Facebook Comments ...