Search

Harga Melonjak, Walikota Depok Sidak Sembako di Pasar 

Walikota Depok Muhammad Idris Abdul Somad melakukan sidak di pasar Depok. (foto:ltf)
Walikota Depok Muhammad Idris Abdul Somad melakukan sidak di pasar Depok. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Kenaikan sejumlah harga sembako di sejumlah pasar tradisional membuat Walikota Depok Idris Abdul Shomad menggelar inspeksi mendadak (sidak). Itu dikarenakan masyarakat di kota ini menjerit kenaikan harga sembako yang terjadi selama ramadhan. “Warga sudah mulai resah dengan kenaikan harga sembako. Maka dari itu, kami harus mengawasi harga supaya tetap stabil. Semua pasar tradisional yang ada di kota ini kami sidak untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan kenaikan harga sembako,” kata Idris saat ditemui di Pasar Agung, Depok, Minggu (12/5/2019).
Ia mengaku, setelah melakukan sidak terdapat kenaikan harga komoditas pangan. Misalnya, bawang merah yang sebelumnya sebesar Rp 30.000/kg menjadi sebesar Rp 48.000/kg, bawang putih dari Rp 35.000/kg menjadi Rp 60.000/kg. Sedangkan komoditi pangan yang harganya stabil ialah beras kualitas premium Rp 11.000/liter, telur ayam Rp 25.000/kg, daging sapi Rp 120.000/kg, dan ayam broiler Rp 38.000/kg. “Kenaikan harganya masih di bawah HET Jawa Barat. Di sana harganya sampai Rp 80.000 ribu untuk komoditi itu. Kami tetap ingin semua harga kembali normal,” ujarnya.
Selain pengawasan, kata Idris, langkah ini juga untuk mengetahui ketersediaan barang atau stok dipasaran. “Ketersediaan bahan kebutuhan pokok di kota ini masih cukup. Sejauh ini kami belum melihat ada penimbunan dan konsumsi secara berlebihan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak konsumtif terhadap pembelian sembako secara berlebihan. Lalu mengintensifkan pemantauan harga sembako, memastikan ketersediaan stok di gudang, pasar tradisional dan pasar ritel modern, memantau para pedagang agar tidak menaikan harga secara berlebihan. Selain itu, ia mengajak stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sederhana, melaksanakan desiminasi informasi kepada masyarakat melalui spanduk/banner, running text hingga berkoordinasi terkait pemantauan penetapan dan kepatuhan pelaku usaha jasa transportasi mengenai pengaturan tarif angkutan hari lebaran 2019.
Sementara itu, salah seorang warga Depok, Asyah Lubis meminta Walikota secepatnya menstabilkan harga sembako. Karena dengan melonjaknya harga pangan membuat para ibu rumah tangga mengurangi pemenuhan stok sembako. Khususnya bagi warga ekonomi lemah yang tak mampu dengan lonjakan tersebut.

“Pak Walikota harus punya kebijakan. Kalau ini didiamkan masyarakat miskin akan kelaparan. Uang dari mana mereka untuk membeli sembako,” pungkasnya.(jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...