Search

Hari Remaja Internasional, Pemkab Gresik Launching Kader Kesehatan Remaja

Para remaja melakukan senam bersama Wabup Qosim dalam rangka memperingat hari Remaja Internasional. (foto:dik)
Para remaja melakukan senam bersama Wabup Qosim dalam rangka memperingat hari Remaja Internasional. (foto:dik)

Gresik, reportasenews.com – Pada peringatan hari remaja Internasional, Pemkab Gresik melaunching 250 orang kader kesehatan remaja. Launching tersebut dilaksanakan di ruang Mandala Bakti Praja pada Rabu (14/8/2019) oleh Wakil Bupati Gresik H. Moh. Qosim.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Qosim mengajak para kader kesehatan remaja yang hadir pada kegiatan ini untuk menjadi motor penggerak perubahan.

“Perubahan yang saya maksud adalah perubahan ke arah yang baik termasuk perubahan untuk mendukung gerakan masyarakat hidup sehat. Saat ini, Anda sebagai remaja sudah berada di jalan yang benar dalam menuntut ilmu, tapi harus pula dibekali iman dan taqwa,” harap Qosim.

Menurut Qosim, ada tiga hal yang harus dipunyai remaja yaitu penguatan karakter, kompetensi, dan kemampuan literasi (membaca).

“Anda adalah calon pemimpin. Pada masa yang akan datang, tentu yang akan anda pimpin adalah generasi mendatang yang tingkat kemampuan intelektual dan pengetahuannya tidak sama seperti sekarang ini. Jadi sangat tepat pada hari remaja internasional saat ini mengambil tema transforming education,” tandasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik Endang Puspitowati mengatakan, mestinya peringatan hari remaja se-dunia ini diperingati pada 12 Agustus. Namun baru bisa dilaksanakan pada hari ini.

Pada peringatan kali ini, Dinas Kesehatan Gresik mensosialisasikan gerakan minum tablet penambah darah. Menurut Plt Kepala Dinas yang juga Dirut RSUD Ibnu Sina, sengaja pihaknya merekomendasikan untuk memberikan pil penambah darah untuk remaja kerena berdasarkan skreening yang dilakukan.

“Skreening yang kami lakukan pada siswa SMP/MTs ada 27,83% kasus remaja putri yang anemia. Sedangkan pada siswa SMA/MA ada 40,95% remaja puteri yang anemia. Untuk pencegahan anaemia tersebut kami meminta kepada para remaja khususnya remaja putri agar minum tablet tambah darah rutin seminggu sekali,” papar Endang.

Endang juga meminta kepada para kader kesehatan remaja dan seluruh peserta remaja yang hadir pada kegiatan ini agar mendukung gerakan pemerintah Kabupaten Gresik untuk penurunan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat kelahiran.

“Melalui konsumsi tablet tambah darah, kami bertekad untuk menurunkan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat kelahiran. Kendati saat ini hanya 20 kematian dari 100.000 kelahiran. Semua itu akibat anaemia atau kekurangan darah,” pungkas Endang. (dik)




Loading Facebook Comments ...