Search

Hendra Wijaya: Khawatir Bukan Sang Merah Putih Yang Berkibar Di Antartika ( Bagian 1)

Pelari Ultra Trail Internasional Hendra Wijaya
Pelari Ultra Trail Internasional Hendra Wijaya

Bogor, reportasenews.com- Pelari Ultra Trail Internasional Hendra Wijaya ternyata sudah banyak mengukir prestasi di dalam dan luar negeri. Dalam setiap kegiatan olah raga ekstrem yang satu ini, baik dilingkup nasional maupun internasional, sebagian besar selalu dia ikuti. Sehingga dalam komunitas pelari lintas alam ekstrem atau Ultra Trail Internasional, nama Hendra Wijaya masuk dalam peringkat atas.

Prestasi demi prestasi terus dia torehkan dengan memacu semangat generasi muda Indonesia agar mencintai olah raga lari. Selanjutnya dia berperan aktif memasyarakatkan Ultra Run atau Ultra Trail di Indonesia. Hendra juga salah seorang perintis kegiatan lari lintas alam diberbagai destinasi wisata yang tersebar di negeri yang indah ini, antara lain di Gunung Rinjani, Lombok NTB.

Prestasi berlari di luar negeri pun Hendra torehkan. Dari berlari di Gunung Kilimanjaro Afrika hingga berlari Arctic 566 Km di Kutub Utara, yang pada tahun 2015 suhunya mencapai minus 50 derajat celcius.

Akhir Januari 2018 lalu, Hendra baru pulang dari Montane Spine Race 431 Km dengan rute dari Edale menuju Kirik Yetholm Inggris diketinggian 893m dpl.
“Medannya 100 persen basah, berlumpur, berair dan salju. Saya harus menembus padang rumput,” kata Hendra bersemangat.

Hendra Wijaya selalu bangga membawa bendera sang Merah Putih disetiap acara Ultra Trail Internasional

Hendra Wijaya selalu bangga membawa bendera sang Merah Putih disetiap acara Ultra Trail Internasional

Namun, hingga saat ini berbagai prestasi Hendra seakan menguap tanpa bekas. Pada hal pemberitaan tentang prestasi Hendra sudah banyak dipublikasikan media cetak, media on line dan media eletronik nasional. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olah Raga seakan tutup mata dan enggan mengakui semua prestasi Hendra Wijaya.

“Kadang saya sedih. Saya ingin melawan mereka (pelari ultra trail internasional), jangan sampai penduduk Indonesia yang jumlahnya 250 juta jiwa, kalah prestasinya oleh negara tetangga. Saya berjuang sendirian, secara jiwa raga dan finansial tanpa dukungan sponsor dan negara. Sedangkan orang Indonesia lainnya yang didukung sponsor dan negara justru sulit melawan mereka. Insya Allah, saya berharap Indonesia mampu melawan mereka (pelari ultra trail internasional),” kata Hendra Wijaya dengan rasa percaya dirinya yang kuat.

Berbagai lomba yang dia ikuti selalu berakhir digaris finish dan di bawah batas waktu yang telah ditentukan. Prestasi ini membuat nama Hendra cukup harum dan dikenal luas pelari ultra Internasional. Dan, salah seorang ultraman (pelari ultra) asal Thailand Thanathorn menantang Hendra agar mau bergabung dalam petualangannya ke Antartika, Kutub Selatan sejauh 1400 km. Rencananya petualangan Southern Force akan dilakukan pada Oktober 2018 mendatang.

“Jika saya bergabung dengan tim Thailand, saya khawatir tidak bisa mengibarkan sang Merah Putih,” ungkap Hendra dengan wajah berduka.

Memang beruntung bagi 10 pelari ultra trail Thailand. Dimana kerajaan Tahiland sudah menyatakan siap mendukung mereka menjelajahi Antartika. Namun, bagi Hendra Wijaya untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah tampaknya masih harapan. Hendra khawatir di Southern Force Antartika 1400 Km, pada Oktober 2018 mendatang, dia hanya bisa menyaksikan bendera Kerajaan Thailand yang berkibar megah disana.

IMG-20180201-WA0093

“Saya ingin sekali bertemu bapak Jokowi. Mungkin presiden mau mendengarkan cerita saya. Dan saya yakin, kedepannya akan ada perhatian dari pemerintah untuk prestasi yang telah dicapai para pelari ultra di Indonesia,” ujar Hendra yang kini berusia 51 tahun.

Untuk ultra trail seolah tak pernah ada kata berhenti. Bagi Hendra olah raga ekstrem inilah yang selalu membuatnya semangat untuk mengibarkan sang Merah Putih disetiap belahan dunia. Dan terus memupuk harapannya, suatu saat nanti pemerintah Indonesia mau mengakui prestasi para pelari ultra.(win)




Loading Facebook Comments ...