Search

Hendra Wijaya: Khawatir Bukan Sang Merah Putih Yang Berkibar Di Antartika ( Bagian 2)

Pelari Ultra Internasional Hendra Wijaya di Kutub Utara pada tahun 2015
Pelari Ultra Internasional Hendra Wijaya di Kutub Utara pada tahun 2015

Bogor, reportasenews.com- Prestasi demi prestasi telah Hendra ukir. Dia  terus berlari menembus batas kewajaran manusia pada umumnya. Menapakai jalur pendakian gunung-gunung di Indonesia hanya dalam hitungan jam saja. Menembus hutan belantara Papua, dari Desa Sugapa hingga Lembah Kuning seorang diri. Dan selanjutnya merayap di dinding Carstenzs Pyramid 4.884 M dpl demi mengibarkan sang Merah Putih

Hendra juga berlari di dataran paling ujung planet bumi ini pada tahun 2015 lalu. Dia ingin menunjukan bahwa dirinya mampu menembus ganasnya hamparan es di Kutub Utara.  Dan, Hendra pun berhasil mencapai garis finish 6633 Arctic Ultra 566 Km dengan catatan waktu 128 jam. Pada hal  batas akhir yang diberikan  selama 149 jam.

“Masih tersisa waktu 21 jam dari batas akhir. Hampir sehari lebih cepat dari batas akhir,” terang Hendra dengan bangganya.

Selain itu, masih di tahun 2016 Hendra juga berlari seorang diri dalam badai salju. Dia berhasil lagi mengibarkan bendera Indonesia di puncak Gunung Elbrus 5642 M dpl.

Sepanjang tahun 2017, putra kelahiran kota hujan Bogor ini, mampu menyelesaikan petualangan larinya di Great Himalaya Race sepanjang 1800 km, World Sevent Summit To Denali dengan ketinggian 6.190 meterl dpl. Lomba Petite Trote A Leon (PTL) sejauh 300 km dan Tor Des Geants 330 Km.

“Petualangan ini sebagai bentuk rasa cinta saya pada tanah air Indonesia. Dan saya yakin Allah SWT selalu melindungi. Pengalaman saya di Kutub Utara juga menjadi keyakinan dapat berhasil di Antartika,” tegas Hendra tanpa terbersit keraguan diwajahnya.

Prestasi lainnya Hendra Wijaya selalu mencapai garis finish disetiap kegiatan ultra trail internasional. (win)




Loading Facebook Comments ...