Search

Hilang di Perairan  Situbondo, Jasad Farhan Ditemukan di Perairan Sampang

Jasad Muhammad Farham saat ditemukan di Perairan Sampang. (foto fat)
Jasad Muhammad Farham saat ditemukan di Perairan Sampang. (foto fat)

Situbondo,reportasenews.com – Setelah tiga hari dinyatakan hilang saat mancing di Perairan Mlandinga, Situbondo, akhirnya jasad Muhammad Farhan Putra Asy’ari, bocah 10 tahun itu, akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa lagi, dengan kondisi tubuh mulai melepuh.

Ironisnya, jasad  siswa yang diketahui masih duduk dibangku  kelas lima  SD  itu, ditemukan mengapung di perairan Sampang, Madura. Mayat korban sempat dibawa ke RSUD Sampang, sebelum akhirnya dibawa pulang ke rumah duka di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Situbondo.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK) BPBD Situbondo Gatot Trikorawan mengatakan,  jasad Muhammad Farhan ditemukan kemarin. Bahkan, dini hari tadi jenazahnya sampai di rumah duka, dan pagi ini korban dikebumikan,” kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo,  Gatot Trikora, Jumat (14/7).

Dengan begitu, berarti tinggal jasad Khalid Asy’ari yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Upaya pencarian pria berprofesi guru itu akan kembali dilanjutkan pada hari ke empat ini. Pencarian akan difokuskan dengan melakukan penyisiran ke tengah laut dengan berdasarkan arah angin.

“Hari keempat ini penyisiran akan terus dilakukan. Kemarin sampai mendekati perairan Paiton Probolinggo, namun tidak ada hasil. Mudah-mudahan hari ini jasad bapaknya bisa ditemukan,”imbuh Gatot.

Diperoleh  keterangan, jasad bocah Farhan ditemukan oleh Arman (47), Nahkoda Kapal Tag Boat Mitra Anugerah 6, asal Makasar, di perairan Selat Madura, tepatnya wilayah pengeboran PT. Santos Sampang. Mayat korban mengapung dengan mengenakan baju warna kuning hitam, tanpa celana.

Melihat penemuan itu nahkoda segera memberi tahu pihak kapal tanker MT Surya Putra Jaya bahwa ada mayat di laut. Berikutnya, kru Tag Boat Mitra Anugrah melakukan evakuasi mayat korban dengan menggunakan jaring, awbekum akhirnya membawa mayat bersandar ke Dermaga Pelabuhan Branta Pesisir, Sampang.

“Proses identifikasi korban dilakukan di RSUD Sampang dan melibatkan keluarganya yang ada di Sampang. Korban akhirnya dikenali sebagai Farhan,”beber Gatot Trikora.

Seperti diberitakan  sebelumnya, orang tua dan anak ini dinyatakan hilang di laut saat memancing. Khalid Asy’ari (45) dan anaknya, Moh Farhan Putra Asy’ari (10), tak kunjung pulang usai pamitan memancing ikan di perairan Kecamatan Mlandingan, Situbondo.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...