Search

Hirup Gas Beracun Gunung Ijen, Puluhan Penduduk Dilarikan ke RS

Seorang warga tengah mendapat perawatan di rumah sakit setelah menghirup gas beracun kawah Gunung Ijen. (foto:istimewa)
Seorang warga tengah mendapat perawatan di rumah sakit setelah menghirup gas beracun kawah Gunung Ijen. (foto:istimewa)

Jakarta,reportasemewscom –  Gunung Ijen di Kabupaten Bondowoso dan, Jawa Timur, Rabu (22/03) malam sekitar pukul 19.15 Wib   mengeluarkan letusan freatik sebanyak tiga kali  dan mengeluarkan gas belerang. Puluhan warga di Dusun Margahayu Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso mengalami keracunan gas dengan merasakan  sesak napas dan muntah-muntah.

Sedikitnya 30 orang warga yang mengalami sesak napas akibat menghirup gas belerang harus dirawat di Puskesmas dan dirujuk rumah sakit Koesnadi Bondowoso untuk mendapat perawatan.

Untuk menghindari dampak yang lebih buruk sebanyak sebanyak 178 jiwa warga sudah dievakuasi dari 4 dusun yang terpapar yaitu Dusun Margahayu, Dusun Krepekan, Dusun Watucapil, dan Dusub Kebun Jeruk ke tempat aman di masjid Sempol, di rumah warga dan di puskesmas. Namun tidak semua warga dari dusun yang bersedia dievakuasi.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso bersama TNI, Polri, SKPD, SAR, Tagana, dan relawan mengevakuasi warga. Petugas membagikan sebanyak 25 ribu masker  kepada  warga.

Sebanyak 20 unit mobil ambulan dari sejumlah Puskesmas disiagakan di sekitar Desa Sempol. Dapur umur dan pos kesehatan telah didirikan. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan PVMBG dalam penanganan dampak gas beracun Gunung Ijen.

kawah Gunung Ijen Jawa Timur mengeluarkan gas beracun. (foto:ist)

kawah Gunung Ijen Jawa Timur mengeluarkan gas beracun. (foto:ist)

Hingga saat ini status Gunung Ijen masih Normal (level I). Tidak ada kenaikan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Ijen PVMBG terjadi gempa hembusan satu kali, tremor non harmonik satu kali, gempa vulkanik dangkal 19 kali, gempa vulkanik dalam 2 kali dan gempa tektonik jauh3 kali.

Dengan adanya kejadian penyebaran gas beracun dari Gunungapi Ijen, masyarakat dan pengunjung/wisatawan/pendaki/penambang tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah maupun mendekati dasar kawah yang ada di puncak Gunungapi Kawah Ijen serta tidak boleh melakukan aktivitas apapun sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Akses menuju puncak kawah Gunung Ijen ditutup.(*)




Loading Facebook Comments ...