Search

Hubungan Terlarang, Pasangan ini Tega Buang Bayi yang Baru Dilahirkan di Dalam Bak Sampah

Polisi saat mengintogerasi pelaku sekaligus orangtua pembuangan bayinya yang baru dilahirkan ke tong sampah karena hubungan terlarang. (photo istimewa)
Polisi saat mengintogerasi pelaku sekaligus orangtua pembuangan bayinya yang baru dilahirkan ke tong sampah karena hubungan terlarang. (photo istimewa)

Pontianak, reportasenews.com – Warga di Jalan Parit Haji Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi, Kamis (9/7)  sekitar pukul 17.30 WIB yang kembali ditemukan pemulung di bak sampah.

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan sudah tak bernyawa dibungkus di dalam kantong plastik dan dikemas dengan kardus.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Komarudin, dalam keterangan persnya mengungkapkan bahwa bayi malang itu ditemukan pertama kali oleh  Anita dan Nina dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Ditemukan pertama kali oleh saksi sekitar pukul 17.30 WIB, di tempat pembuangan sampah di Jalan Parit Haji Husin II yang bersebelahan dengan jalan Reformasi, dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Setelah mendapat laporan, Jatanras Polresta Pontianak Kota dipimpin Kasat Reskrim, AKP Rully Robinson Polii,  didampingi Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Rio Sigal Hasibuan, mendatangi dan mengolah TKP, kemudian ditemukan bukti- bukti petunjuk bahwa benar ditemukan sesosok mayat bayi di dalam kantong plastik.

Polisi saat melakukan proses identifikasi di lokasi kejadian

Polisi saat melakukan proses identifikasi di lokasi kejadian. (foto:ist)

“Dari beberapa alat bukti yang kami dapatkan di TKP mengarah ke beberapa petunjuk. Kami melakukan pengembangan, dan tepat pukul 19.30 WIB,  kami berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut,” tambahnya.

Jatanras Polresta Pontianak Kota dan Unit Reskrim Polsek Pontianak Selatan berhasil mengamankan seorang wanita berinisial WJ (29) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga  di sebuah kafe di kota Pontianak.

Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, bahwa yang bersangkutan tidak sendirian melakukan pembuangan bayi tersebut melainkan diantar oleh kekasihnya berinisial AZ (20).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melahirkan bayi pagi tadi, tanggal 9 Juli 2020 pukul 04.00 pagi, di kamar mandi di tempat WJ bekerja. Bayi sempat hidup, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Pada pukul 13.00 Wib, bersama-sama dengan AZ, pelaku membuang bayi ke tempat pembuangan sambah,” terangnya.

Komarudin menegaskan pelaku di jerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tentang Perubahan atas Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (das)




Loading Facebook Comments ...