Search

IAR Indonesia Selamatkan Bayi Orangutan di Hulu Sungai

Kanaya, bayi orangutan yang berhasil diselamatkan International Animal Rescue  (IAR)  Indonesia  dari Dusun II Ampon, Desa Krio Hulu,  Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang. (foto:das)
Kanaya, bayi orangutan yang berhasil diselamatkan International Animal Rescue (IAR) Indonesia dari Dusun II Ampon, Desa Krio Hulu, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang. (foto:das)

Ketapang,reportasenews.com – International Animal Rescue  (IAR)  Indonesia  kembali menyelamatkan satu   individu orangutan peliharaan  dari Dusun II AmponDesa Krio Hulu,  Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten KetapangRabu (24/7/19). Orangutan berjenis kelamin bet ina ini oleh  pemiliknya diberi  nama Kenaya. 

Bayi orangutan korban pemeliharaan ilegal satwa liar dilindugi ini diperkirakan berusia tahun.  Kenaya dipelihara oleh seorang warga dusun bernama YanceDia mengaku menemukan bayi orangutan ketika sedang menebang pohon di Bukit Kenaya

Dalam keterangannyainduknya ditemukan mati. Karena kasihandia kemudian membawa bayi orangutan   kerumahnya dan kemudian dipeliharanya

Selama empat bulan Kenaya dia pelihara dalam kondisi leher dirantai di sebatang pohon di belakang rumah dekat kandang babi.

Sebagai makanannyaKenaya menyantap nasi dan lauk yang biasa dimakan oleh pemeliharanyaKegiatan penyelamatan ini bermula dari laporan warga yang menginformasikan ada penduduk desa yang memelihara orangutan di Desa Krio Hulu

Menanggapi laporan ini, IAR Indonesia mengirimkan tim untuk melakukan verifikasi laporanHasilnya memang ada seorang warga yanmemelihara orangutan secara ilegal di rumahnya.

Menindaklanjuti hasil verifikasitim gabunganWildlife Rescue Unit Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang BKSDA Kalbar dan IAR Indonesia segera menuju lokasiuntuk mengevakuasi orangutan tersebut. Dari pemeriksaan singkat di lokasi oleh dokter hewan IAR Indonesia yang turut serta dalam kegiatan ini, Kenaya didiagnosis menderita penyakit kulit dan diduga menderita penyakit pernafasan.

Kenaya saat ini dibawa ke IAR Indonesia di Desa Sungai Awan, Kabupaten Ketapang yang memiliki fasilitas pusat rehabilitasi satwauntuk menjalani pemeriksaan lebihlanjutKenaya akan menjalai masa karantina selama 8 mingguSelama masa iniKenaya akan menjalani pemeriksaan secara detail oleh tim medis IAR Indonesia. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan Kenaya tidak membawa penyakit berbahaya yang bisa menular ke Orangutan lainnya di pusat rehabilitasi IAR Indonesia. 

Walaupun pemeliharaan orangutan merupakan pelanggaran  hukumkasus pemeliharaan orangutan masih dianggap hal yang biasa di Kabupaten Ketapangterutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kotaPadahal pada kasus pemeliharaan bayi orangutan, hampir dapat dipastikan bahwa induk orangutan dibunuh untuk mendapatkan anaknyaNormalnyabayi orangutan akan tinggal bersama induknya sampai usia 6-8 tahun. Selama anaknya belum berusia cukup untuk hidup mandiri. (das)




Loading Facebook Comments ...