Search

Ibnu al-Nafis Pencetus Aliran Darah di Paru-paru Dan Saluran Pipa Kapiler

Tabib Islam sejak 1000 tahun silam memberikan kontribusi hebat kepada dunia medis modern
Tabib Islam sejak 1000 tahun silam memberikan kontribusi hebat kepada dunia medis modern

Reportasenews.com – Tanyalah semua siswa kedokteran, siapakah saintis pertama yang menemukan penelitian ilmiah tentang fungsi peredaran darah di paru-paru terhubung ke jantung serta menemukan jaringan kapiler darah? Maka pasti dijawab penemunya adalah William Harvey, dan ini jawaban yang salah besar.

William Harvey adalah seorang dokter Inggris victorian, penulis “De motu cordis” 1628 kerap dianggap sebagai Bapak “blood pulmonary circulation” (= aliran darah di paru-paru), semua siswa kedokteran pasti menyebut nama dia.

Faktanya sekitar 400 tahun sebelum dia, Ibnu al-Nafis salah satu dokter muslim yang pertama kali membuat skema aliran darah paru-paru dan menjabarkan dengan detail.

Manuskrip Ibnu Nafis no.62243 berjudul “Sharah al Tashreeh al Qanoon“, atau “Komentar tentang anatomi Qanun karya Ibnu Sina” pada tahun 1924 M di Eropa (Buku ini terlupakan, sampai tahun 1924 ketika seorang dokter Mesir, Dr. M. Altatawi menemukan), menjadi jelas bahwa Ibnu Nafis telah menggambarkan sirkulasi paru hampir 400 tahun sebelum Harvey mengatakan itu dibukunya, dan sejarawan seperti Aldo Mieli, Max Mayrhoff, Edward Coppola, dll. dengan tegas menyatakan bahwa Ibn Nafis adalah penemu sesungguhnya dari sirkulasi paru, dan bahwa dia harus diberi penghargaan untuk karya ilmiahnya ini.

Nama lengkap muslim saintis ini adalah, Ala-al-din abu Al-Hassan Ali ibnu Abi-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi, dialah orang pertama yang membuat skema aliran darah didada  manusia yang kemudian menjadi dasar berpikir penting memahami paru dan jantung manusia, dan fungsi faal tubuh ini.

Salah satu tulisan dia yang mencengangkan mengenai aliran darah didada manusia ini yakni dia percaya ada hubungan antara arteri pulmonalis, ventricle (kamar jantung), dan vena yakni melewati saluran poripori tak terlihat yang disebut oleh dia dalam bahasa arabnya sebagai: “manafidh”.

Kata “manafidh” atau dijaman modern disebut “saluran pipa kapiler” adalah sebuah hasil penelitian yang maju dimasa Ibnu Nafis, penelitian saluran kapiler kemudian dipaparkan oleh Marcello Malpighi 430 tahun kemudian (1628 – 1694).

7e185ee974bfeb2761f2f5ffba78d2b6

Ibnu Nafis (1210 –1288) lahir di desa al-Qurashiyya disamping sungai Oxus, dipojokan Damascus. Bagaimana bisa seorang muslim Arab sampai paham aliran darah manusia?

Dia adalah pegawai sebuah rumah sakit yang dibiayai oleh Pangeran Nur-al Din Muhmud ibn Zanki. Ibnu Nafis belajar ilmu tabib kedokteran dari gurunya yang juga kepala rumah sakit ini, Muhadhdab al-Din ‘Abd al-Rabin ib ‘Ali al-Dakhwar.

Sebagai pegawai dirumah sakit itu, maka ia paham bagaimana kerja tubuh manusia. Dia menjadi kepala tabib disana sampai akhir hayatnya.

Pengalaman kerja dibidang pengobatan membuat dia rajin membuat tulisan kajian kesehatan spt Kitab al-Shamil fi ‘l-Sina’a al-Tibbiyya (Comprehensive Book in the Art of Medicine), juga membuat tulisan sekitar 300 volume, tapi yang resmi dipublikasikan sekitar 80 edisi saja.

Jangan anggap remeh hasil tulisan dia karena karyanya sudah masuk dalam ratusan katalog kedokteran dan perpustakaan sains ilmiah dijaman modern ini, diantaranya: Cambridge University Library, the Bodleian Library (Oxford Inggris), dan Lane Medical Library di Stanford University.

Karya dia sungguh bukan karya ilmiah “ecek-ecek”. Dia adalah saintis muslim yang terlupakan, a forgotten genius.

Ibnu Nafis wafat 1288, di Cairo. Dia me-waqaf kan rumah miliknya dan seluruh isi perpustakaan pribadinya kepada RS Qalawun (artinya: rumah kesembuhan). Sungguh, dia manusia yg mulia sifatnya, waqaf dia itu (menyerahkan hartanya) memberi manfaat buat khalayak luas khususnya dunia pengobatan.

“Wahai manusia! Sungguh telah, datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman”. (Yunus: 57 )

(Hsg)




Loading Facebook Comments ...