Search

Ibnu Battuta Penjelajah Muslim Yang Berjalan Sejauh 117.000Km

ibnu batutah

Reportasenews.com – Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim At-Tanji, bergelar Syamsuddin bin Battutah adalah salah satu pengembara muslim terbaik diabad pertengahan. Pria kelahiran Tangier Maroko, 17 Rajab 703 H/ 25 Februari 1304 dikenal dengan nama Ibnu Battutah.

Sosoknya disebut-sebut sebagai pelopor petualang Muslim abad 14 yang tak pernah tertandingi.

Atas saran Sultan Maroko, Ibnu Batutah menceritakan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana bernama Ibnu Juzay, yang ditemuinya ketika di Iberia. Kitab “Rihlah” merupakan catatan perjalanan dunia terlengkap yang berasal dari abad ke-14. Mungkin dijaman modern ini sejajar dengan buku wisata “Lonely Planet” karena isinya begitu terinci mengenai manusia disana, budayanya, agama, dan kebiasaannya.

Ibnu Batuta menghabiskan 30 tahun dan memakan jarak sejauh 117.000 kilometer, semua catatan perjalanan dibuat oleh dia disetiap wilayah yang disinggahi. Kehebatannya mampu melampaui sejumlah penjelajah Eropa yang diagung-agungkan Barat seperti Christopher Columbus, Vasco de Gama, dan Magellan.

”Kehebatan Ibnu Battuta hanya dapat dibandingkan dengan pelancong terkemuka Eropa, Marcopolo (1254 M -1324 M),” ujar sejarawan, Brockelmann. Ibnu Battutah melibas tiga benua mulai dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, India, Asia tengah, Asia Tenggara, dan Cina.

ibn-battuta lukisan

Salah satu catatan penting dia adalah saat dia mampir di Samudra Pasai, Aceh. Kerajaan Islam pertama di Nusantara abad ke-13 M dia singgahi pada tahun 1345 selama 15 hari. Ia disambut oleh pemimpin Daulasah, Qadi Syarif Amir Sayyir al-Syirazi, Tajudin al-Ashbahani dan ahli fiqih kesultanan.

Menurut Ibnu Battuta, kala itu Samudera Pasai telah menjelma sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara. Penjelajah itu juga mengagumi Sultan Mahmud Malik Al-Zahir penguasa Samudera Pasai.

”Sultan Mahmud Malik Al-Zahir adalah seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. Pribadinya sangat rendah hati. Ia berangkat ke masjid untuk shalat Jumat dengan berjalan kaki. Selesai shalat, sultan dan rombongan biasa berkeliling kota untuk melihat keadaan rakyatnya,” kisah Ibnu Battuta.

Selama berpetualang mengelilingi dunia di 44 negara, dalam kitabnya yang berjudul “Tuhfat al-Nazhar”, Ibnu Battuta mengatakan telah bertemu dengan tujuh raja yang memiliki kelebihan yang luar biasa. Ketujuh raja yang dikagumi Ibnu Battuta itu antara lain, raja Iraq yang dinilainya berbudi bahasa. Lalu Raja Hindustani yang disebutnya sangat ramah. Raja Yaman yang dianggapnya berakhlak mulia. Raja Turki dikaguminya karena gagah perkasa. Raja Romawi yang sangat pemaaf. Raja Melayu Malik Al-Zahir yang dinilainya berilmu pengetahuan luas dan mendalam, serta raja Turkistan.

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. (Al Mulk 15)

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (Al Imran 137)

(Hsg)




Loading Facebook Comments ...