Search

IPM Kabupaten Pasuruan Peringkat 28 se Jawa Timur

Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Rembug Pendidikan di gedung Serbaguna Pemkab Pasuruan, Senin (30/4/2018) siang. (Foto : abd)
Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Rembug Pendidikan di gedung Serbaguna Pemkab Pasuruan, Senin (30/4/2018) siang. (Foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pasuruan, berada di peringkat ke 28 se Jawa Timur. Indikator tersebut adalah terkait pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, saat membuka Rembug Pendidikan di gedung GSG, Pemkab, Senin (30/4/2018).

Sekda mengungkapkan bahwa pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tentunya harus ditingkatkan seiring dengan perkembangan zaman.”Lamanya masa pendidikan anak di kabupaten pasuruan 6,5 tahun,” papar Agus Sutiadji, dihadapan 650 peserta dari kalangan pendidik baik swasta maupun negeri di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

Rembug Pendidikan yang digelar LP Ma’arif NU, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Pergunu, Kabupaten Pasuruan, mengambil tema

Membangun Sinergitas Pendifikan Menuju Kabupaten Pasuruan yang Religius, Cerdas dan Mandiri.”Rembug pendidikan ini penting untuk diketahui oleh kalangan pendidik,” ujar Zainurif’an, panitia pelaksana.

Sementara itu, key note speaker KH Mujib Imron, sapaan akrab Gus Mujib, menyoal membangun peradaban melalui pendidikan karakter antara konsep dan realita, dikatakannya adalah hal wajar pendidikan di Kabupaten Pasuruan, harus naik kelas.“Pendidikan di pasuruan harus sinergi antara pendidikan agama, formal dan informal,” jelasnya.

Menurutnya sinergi ini harus melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa dan RT. Tak terkecuali pada masyarakatnya yang juga harus terlibat langsung khususnya kalangan orang tua siswa dan siswi. Pendidikan sebagai dasar utama untuk membangun karakter anak.“Tidak perlu dikotomi sekolah negeri dan swasta,” tutur Gus Mujib.

Sedangkan Rektor UIN Malang Prof. DR Abdul Haris mengemukakan pendidikan adalah sektor penting yang punya pengaruh besar dalam kehidupan di masyarakat. Sehingga antara satu dengan lainya bisa bersinergi, pendidikan bisa tercapai.“Perlunya Quran, koran dan peluang, agar kehidupan itu bisa tegak dan bisa berdiri sendiri,” tandasnya.

Rembug Pendidikan dimoderatori Rektor ITSNU Dr Bustomi dan sebagai pembanding, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Dr Iswahyudi dan Kepala Kemenag Dr As Abdul Anam. Dengan Rembug Pendidikan tersebut diharapkan saran dan kritik bisa menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah dalam menentukan kebijakan. (abd)

 




Loading Facebook Comments ...