Search

Istana Menolak Pansus TKA Yang Digulirkan Fadli Zon

moeldoko2

Jakarta, reportasenews.com— TKA yang masuk Indonesia harus memiliki skill khusus yang tak dimiliki oleh tenaga kerja dalam negeri. TKA juga hanya bisa menempati posisi level manajer keatas.

“Intinya tetap ada persyaratan tertentu yang harus dimiliki TKA yang ingin bekerja di Indonesia,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Oleh karena itu, Moeldoko meminta Dewan Perwakilan Rakyat untuk tidak salah menafsirkan kehadiran Perpres itu. Ia juga meminta DPR mengurungkan niatnya untuk membentuk panitia khusus angket tenaga kerja asing.

“Tidak perlu pansus lah, ini kan hanya perlu klarifikasi. Pemerintah siap memberikan klarifikasi apa sih sebenarnya,” kata Moeldoko.

TKA sebelumnya disuarakan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai, Perpres 20/2018 tentang TKA membuat masyarakat Indonesia semakin sulit mendapatkan pekerjaan.

TKI Ilegal Banyak di Malaysia

Moeldoko mengakui, masih banyak tenaga kerja asing ilegal yang bekerja di Indonesia. Menurut Moeldoko, masalah tersebut tak bisa dihindari. “Kalau ada penyimpangan, ada juga yang ilegal, semua negara menghadapi persoalan yang sama,” kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Moeldoko mengatakan, negara maju seperti Amerika Serikat saja tidak bisa menghindari masuknya tenaga kerja ilegal. Hal yang sama terjadi di negara-negara tetangga seperti Malaysia. “Tenaga kerja ilegal dari Indonesia juga banyak di Malaysia,” kata Moeldoko.

Oleh karena itu, Moeldoko menilai, perlu ada peraturan yang tegas mengatur mengenai izin bagi tenaga kerja asing yang ada di Indonesia. Peraturan itu kemudian dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang tenaga kerja asing.

Moeldoko mengakui, aturan baru itu memang mempermudah pengurusan proses administrasi bagi TKA yang hendak bekerja di Indonesia. Namun, Moeldoko menegaskan, syarat substansial terkait skill dan posisi yang bisa diduduki oleh TKA tidak berubah.




Loading Facebook Comments ...