Search

Jadi Irup Upacara di Ponpes Wali Songo, Dandim Situbondo Mengenakan Sarung 

Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ahmad Jhoni Toa, saat menjadi Irup di Ponpes Wali Situbondo. (foto:fat)
Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ahmad Jhoni Toa, saat menjadi Irup di Ponpes Wali Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019 berlangsung menarik di Ponpes Wali, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Sabtu (17/8/2019).

Selain ratusan  santri yang mengikuti upacara bendera  mengenakan sarung dan sandal jepit, namun Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ahmad Jhoni Toa, yang ditunjuk sebagai inspektur upacara (Irup)  juga mengenakan sarung dan sandal.

Pantauan Reportasenews.com  dilapangan, upacara peringatan HUT kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019 di  Ponpes Wali Songo yang diasuh oleh KHR Moh Khalil As’ad. Selain diikuti ratusan santri yang mengenakan sarung dan sandal jepit. Upacara tersebut juga diikuti oleh anggota Pencak Silat Pagar Nusa, Banser, TNI, Polri dan Satpol PP Pemkab Situbondo.

Bahkan, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Wabup Yoyok Mulyadi, dan sebagian pimpinan OPD Pemkab Situbondo, dan ketua DPRD Kabupaten Situbondo, mereka juga ikut kegiatan upacara bendera di halaman depan Ponpes Wali Songo, dengan menggunakan sarung dan sandal.

Meski  para peserta upacara bendera mengenakan sarung dan sandal jepit, namun upacara bendera memperingati HUT  kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019, yang juga dihadiri langsung oleh pengasuh Ponpes Wali Songo, yakni KH Moh Kholil As’ad berjalan khusuk dan khidmat.

Usai menjadi Irup, Letkol Inf Akhmad Joni Toa mengatakan,  dirinya  bangga mendapat kesempatan menjadi Irup upacara bendera HUT kemerdekaan  RI ke-79   di Ponpes Wali Songo menggunakan pakaian santri. “Upacara bendera peringatan Kemerdekaan RI tahun 2019  ini merupakan tahun spesial bagi, karena saya diberi kesempatan oleh Kiai Kholil menggunakan pakaian santri, saat menjadi Irup,”ujar  Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf. Ahmad Jhoni Toa, Sabtu (17/8/2019).

Menurutnya, ada poin penting dalam akhir upacara yang dilaksanakan di Ponpes Wali Situbondo, yakni tidak adanya pertentangan Islam dengan Pancasila sebagai dasar falsafah Bangsa Indonesia. “Mungkin kebanyakan orang beranggapan bahwa dunia pesantren penuh dengan exklusif, tapi ternyata saya buktikan sendiri bahwa dunia pesantren mempunyai nilai-nilai nasionalisme  yang tinggi dan cinta merah putih,”pungkasnya.

Menariknya, usai pelaksanaan upacara bendera dan pembacaan doa yang dipimpin langsung KHR Moh Kholil As’ad. Selain  menyanyikan  beberapa lagu wajib, namun para santriwati Ponpes Wali Songo, Situbondo  juga menyanyikan lagu cinta tanah air, yakni menyanyikan lagu mars Syubbanul Wathon.(fat)




Loading Facebook Comments ...