Search

Jadi Pengedar Pil Koplo, Nenek Nelayan di Probolinggo Dicokok Polisi

 Tersangka Musti’ah ketika digelandang di Mapolres Kota Probolinggo.(foto: dic)
 Tersangka Musti’ah ketika digelandang di Mapolres Kota Probolinggo.(foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Misti’ah (32), seorang nenek warga Dusun Marwah, Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, harus berurusan dengan Polresta Probolinggo, setelah tersandung kasus sebagai Bandar pil koplo.

Nenek dengan satu cucu dan enam anak ini, mengaku tidak mengetahui jika obat yang dijualnya itu merupakan pil koplo. Ternyata obat yang diedarkan itu adalah obat terlarang yang menjadi target operasi polisi.

“Saya mendapatkannya dari seseorang asal Kecamatan Paiton. Bilangnya itu hanya obat batuk biasa. Tapi ternyata itu pil koplo,” ujar Misti’ah, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat digelar pres rilis di Mapolres Kota Probolinggo.

Kabag Ops Polresta Probolinggo, Kompol Bunari mengatakan, pengungkapan kasus penjualan pil koplo di Pulau Gili itu, berkat kejelian anggotanya.

“Dimana sebelumnya, jajaran Polsek Sumberasih, mendapat informasi dari warga setempat. Warga resah, karena aktifitas penjualan pil koplo itu,” Kompol Bunari, Selasa (2/5/2018).

Mistiah ditangkap di kediamannya, saat sedang berjualan seperti biasanya. Dalam sebulan, ia dapat menjual satu box atau seribu butir pil koplo. Tiap seribu butir itu, ia beli seharga Rp 800 ribu, jika dijual eceran dan laku semua, ia mendapat keuntungan sebanyak Rp 200 ribu. Harga eceran yang dijual Mistiah, sepuluh ribu rupiah per sepuluh butir.

Selain Mistiah, polisi juga berhasil mengungkap beberapa jaringan pil koplo, miras, dan sabu-sabu. Total ada 11 tersangka, yang diamankan. Meliputi tiga tersangka jaringan narkoba, serta delapan jaringan edar farmasi dan miras oplosan. (dic)




Loading Facebook Comments ...