Search

Jadikan Pegunungan Carstensz  Tujuan Pariwisata Internasional

Kalau di Himalaya kita bisa berjalan dari ketinggian 1500-5000 mdpl (Everest Base Camp), menikmati pemandangan dan suasana di Everest Base Camp. Ribuan orang setiap tahun kesana. Dan dari anak 7 tahun sampai kakek nenek umur 75 tahun dapat mencapai Everest Base Camp. Ekspedisi Tramp dan Korps Marinir, 17 Agustus 2015. (tiri)
Kalau di Himalaya kita bisa berjalan dari ketinggian 1500-5000 mdpl (Everest Base Camp), menikmati pemandangan dan suasana di Everest Base Camp. Ribuan orang setiap tahun kesana. Dan dari anak 7 tahun sampai kakek nenek umur 75 tahun dapat mencapai Everest Base Camp. Ekspedisi Tramp dan Korps Marinir, 17 Agustus 2015. (tiri)

*Oleh: Disyon Toba

Ketika orang berbicara Carstensz  maka akan didefinisikan sebagai tempat yang susah dicapai, hanya untuk orang-orang yang berketerampilan dan mental serta jasmani khusus. Dan juga memerlukan biaya yang extra besar, lebih besar dari kita ke Himalay  atau Kilimanjaro, yang notabene fasilitas mereka jauh lengkap dan lebih baik.

Apakah impian saya? Menjadikan pariwisata alam Indonesia menjadi yang terhebat di Asia Tenggara.

Apakah Mungkin? Sangat Mungkin, artinya sudah pasti bisa.

Siapakah yang paling mungkin mewujudkannya? Yang pasti pemerintah harus mendukung pengembangan pariwisata alam. Karena saat ini banyak kekayaan alam kita yang belum difasilitasi dan juga dikelola oleh pemerintah dengan baik. Tidak mungkin swasta mau menggelontorkan uang untuk infrastruktur dan fasilitas di tempat yang notabene dikuasai dan dimiliki pemerintah.

Maskot wisata alam kita sebaiknya yang mana ? CARSTENSZ  Karena paling unik, berada di Pulau Papua, mempunyai salju abadi di sekitarnya. Mempunyai bentang alam yang luas dan sangat indah. Masuk ke dalam destinasi The 7 Summit . Yang artinya tidak ada yang punya di Benua Australasia.

Kenapa Carstensz? Saya pernah kesini ditahun 2007, dan banyak teman saya yang kesini. Semua sepakat Carstensz  itu keren dan Indah.

Apakah Carstensz  bisa untuk masyarakat umum?

Disinilah saya berpikir dan berpendapat banyak. Kalau di Himalaya kita bisa berjalan dari ketinggian 1500-5000 mdpl (Everest Base Camp), menikmati pemandangan dan suasana di Everest Base Camp. Ribuan orang setiap tahun kesana. Dan dari anak 7 tahun sampai kakek nenek umur 75 tahun dapat mencapai Everest Base Camp.

Inilah yang saya maksud. Pemerintah saat ini, harusnya mendesak Freeport untuk memberikan jalur akses pariwisata menuju kawasan Carstensz  dan sekitarnya. Apalagi saat ini Freeport sedang meminta perpanjangan ijin tambah, saya rasa dapat diajukan sebagai salah satu syarat perpanjangan ijin. Dan juga saat ini kawasan Grasberg akan dipulihkan, sehingga tepat sekali dijadikan tempat pariwisata.

Bagaimana caranya mengembangkan Carstensz?

Pertama, pemerintah mendesak Freeport memberikan jalur/akses jalannya menuju wilayah Carstensz.

Kedua, ada keseriusan dan pengetahuan pemerintah, bahwa ada potensi wisata jutaan dollar yang bisa di dapat dari wisata Carstensz.

Ketiga, untuk diketahui kita semua: ratusan orang tiap tahun sekedar ke Everest Base Camp, selain untuk melihat Everest lebih dekat, melihat pemandangan, dan merasakan atmosfer ekspedisi Everest.

Itulah sebenarnya Carstensz  sebenarnya tidak hanya dijual kepada para pendaki top dunia yang mau menyelesaikan 7 summit. Tetapi Base Camp Carstensz  ( lembah danau-danau) bisa dirasakan juga oleh seluruh masyarakat indonesia secara umum dan dunia.

Jadi, orang datang tidak harus ke puncaknya tapi berfoto ria di sekitarnya dengan latar belakang Carstensz  sudah sangat membanggakan bagi mereka dan berjalan-jalan di sekitarnya.

Keempat, di daerah tersebut banyak sekali tempat-tempat yang bisa dilihat. Ada beberapa danau yang indah, ada salju abadi di Puncak Jayawijaya, mencoba memanjat beberapa tebing yang aman dan pendek. Dan juga masih banyak puncak-puncak yang lain.

Kelima, wisata yang bisa ditambahkan : ferrata yang saat ini sudah dimulai di Purwakarta. Kalau dibuat di area Carstensz, saya bilang sungguh WOW. Juga banyak jalur untuk climber dunia di tebing-tebing sekitarnya. Dan juga sudah mulai olahraga slackline (berjalan diseutas tali/ kawat baja)  dimainkan di Indonesia dengan menggunakan pengaman.

Keenam,  menjadikan Kota Tembagapura sebagai kota singgah wisata dan tempat aklimatisasi (seperti Namche Bazaar di Himalaya). Tembagapura kota yang dibangun oleh Freeport di ketinggian 3.000 mdpl untuk akomodasi sebagian besar pekerja tambang itu sungguh unik, nyaman dan keren.

Jadi mari kita dukung kawasan CARSTENSZ  menjadi kawasan wisata berfasilitas dan pelayanan International.

Kita pasti bisa! Salam hormat untuk semua pecinta alam Indonesia.

 

* Disyon Toba, pelaku industry wisata adventure, putra daerah Papua.




Loading Facebook Comments ...