Search

Jaga Kelestarian, 50 Ekor Ikan Siluk Merah Hasil Penangkaran Dilepasliarkan di Danau Pekayu

Danau Pekayu, danau yang menjadi habitat alami Ikan Arwana Super red atau siluk merah. (foto:das)

Kapuas Hulu, reportasenews.com – Dari alam kembali ke alam. Dalam upaya menjaga keberlangsungan populasi arwana super red, salahsatu ikan endemik Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sebanyak 50 ekor ikan arwana super red atau warga lokal menyebutnya silok merah dilepasliarkan di Danau Pekayu, Desa Nanga Tuan, kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Kegiatan ini diiniasi Balai Konservasi Sumber Daya alam (BKSDA) Kalimantan Barat  bekerjasama dengan Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Kalimantan Barat yang merupakan kegiatan yang kedua kalinya dan rencananya akan menjadi agenda tetap untuk menjaga populasi arwana super red di alam liar serta tetap menjaga habiatatnya tetap terawat demi tumbuh kembangnya satwa ini secara sehat dan lestari di alam. 50 ekor ikan ini merupakan hasil penangkaran arwana super red dan sumbangan dari anggota Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Kalimantan Barat yang ingin tetap bersama pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelangsungan hidup arwana super red di alam liarnya.

“Pelepasliaran Siluk Merah atau arwana Super red ini di alamnya merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian ikan endemik Kalimantan Barat,” kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) pekan lalu.

Hadir dalam acara pelepasliaran, Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan,  Indra Exploitasia, Anggota DPD RI perwakilan  Kalimantan Barat, Herlinawati, dan Ketua bersama anggota Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Kalimantan Barat serta beberapa Kepala Dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam sambutannya, Kepala BKSDA Kalimantan Barat Sadtata Noor Adirahmanta, mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga habitat ikan Siluk Merah yang merupakan ikon Kabupaten  Kapuas Hulu dan Indonesia.

“Jika perdagangan ikan secara illegal ke luar negeri masih terus terjadi, populasi ikan Siluk Merah di negara lain tidak akan terkontrol. Saya berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati hati memasarkan ikan siluk merah, agar tak ada lagi klaim sepihak dari negara lain. Karena hanya di kabupaten Kapuas Hulu merupakan habitat ikan arwana siluk merah dan yang berhasil melakukan penangkaran saat ini hanya di Kapuas Hulu umumnya di Kalimantan Barat,” tegas Tata.

Ketua APPS Kalimantan Barat, Walujan Tjhin melepasliarkan ikan arwana super red di Danau Pekayu, Desa Nanga Tuan, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Ketua APPS Kalimantan Barat, Walujan Tjhin melepasliarkan ikan arwana super red di Danau Pekayu, Desa Nanga Tuan, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Tata menambahkan kegiatan penangkaran dan perdagangan ikan siluk Merah harus dilakukan secara resmi. Hal serupa juga di sampaikan Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir mengajak masyarakat untuk tidak serakah terhadap alam.

“Saatnya sekarang kita bukan mengeksplotasi sumber daya alam termasuk ikan. Kita jangan hanya bisa menangkap ikan, tapi bagaimana kita bisa membudidayakan. Sehingga populasi ikan di alam akan tetap lestari,” tegasnya.

Bupati berharap masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu tetap menjaga lingkungan dan hutan di Kabupaten Kapuas Hulu. Terlebih ikan arwana super red atau siluk merah hanya dimiliki kabupaten Kapuas Hulu dan tidak ada daerah lainnya yang memiliki siluk merah.

“Jika kratom tumbuh subur di daerah ini, namun kratom juga tumbuh subur di Kalimantan Tengah. Dan saat ini kratom juga mulai dibatasi pemasarannya, dan kita berharap ini tidak terjadi pada ikan siluk merah atau super red, karena ini ikan endemik Kapuas Hulu yang harus bisa dilestarikan dan menjadi penopang ekonomi masyarakat kita, maka dari itu jagalah dan rawatnya habitatnya serta populasinya di alam,”pesan A.M Nasir.

Sementara Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan,  Indra Exploitasia, mengapresiasi upaya dan langkah Bupati Kapuas Hulu dan masyarakat termasuk Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Kalimantan Barat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian ikan arwana super red atau siluk merah di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Kapuas Hulu yang telah peduli terhadap satwa liar yang merupakan ikon Kapuas Hulu termasuk juga yang telah disampaikan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya alam Kalimantan Barat, agar ikan arwana super red ini tetap dijaga kelestariannya dan dapat menopang ekonomi masyarakat disisi lainnya,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...