Search

Jaksa Pontianak Pamer Uang Rp 4,7 Miliar Hasil Dugaan Korupsi Klaim Pembayaran Asuransi Jasindo Cabang Pontianak

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak menunjukan uang sebesar  Rp 4,7 miliar saat gelar jumpa pers, Selasa (9/7/2019). 
Uang tersebut diduga hasil korupsi atas pembayaran klaim asuransi oleh PT. Jasindo. (foto:das)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak menunjukan uang sebesar Rp 4,7 miliar saat gelar jumpa pers, Selasa (9/7/2019). Uang tersebut diduga hasil korupsi atas pembayaran klaim asuransi oleh PT. Jasindo. (foto:das)
Pontianak, reportasenews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak pamer  uang bernilai sekitar Rp 4,7 miliar saat gelar jumpa pers, Selasa (9/7/2019).
Uang tersebut diduga hasil korupsi atas pembayaran klaim asuransi oleh PT. Jasindo yang merupakan perusahaan asuransi BUMN yang bergerak di bidang asuransi.
“Uang ini merupakan hasil upaya pemyelamatan kerugian keuangan negara sebesar Rp.4.762.500.000 ,” beber Kasi Pidsus Kejari Pontianak,  Juliantoro dalam jumpa persnya.
Juliantoro menegaskan, penyelamatan kerugian keuangan negara sendiri merupakan rangkaian penyidikan terhadap kasus dugaan adanya tindak pidana korupsi pada pembayaran klaim atas tenggelamnya Kapal Tongkang Labroy 168 yang diajukan oleh PT. Pelataran Bintang  Arwana di perairan Kepulauan Solomon oleh PT. Asuransi Jasindo, cabang Pontianak.
Dikatakan lebih lanjut, penyelidikan terhadap kasus tersebut sudah dimulai sejak bulan Mei 2019, tepatnya baru kemarin didasarkan pada surat perintah Kepala Kejaksaan negeri Pontianak Nomor 02 tertanggal 08 Juli  2019, dan melalui gelar perkara (eksepose) sudah ditingkatkan penanganan ke tahap penyidikan.
“Dalam proses pembayaran atas tenggelamnya Kapal Tongkang Labroy 168 di perairan Kepulauan Solomon ada prosedur yang tidak dijalani atau menyimpang oleh PT. Asuransi Jasindo Cabang Pontianak,” ujarnya.
Juliantoro mengatakan awak media tidak mempertanyakan lebih jauh tentang pokok perkara, karena proses penyidikan sampai saat ini masih berlansung. Dan, karena itu pihaknya belum menetapkan nama tersangka karena baru mulai pekan depan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti yang kemudian baru disimpulkan dengan alat bukti yang diperoleh barulah menetapkan siapa tersangkanya. (das)



Loading Facebook Comments ...