Search

Jalan-jalan ke Surga Dunia, Dataran Tinggi Dieng (3-tamat)

Pengunjung menikmati pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas Batu Ratapan Angin. (foto: ngetripmulu)
Pengunjung menikmati pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas Batu Ratapan Angin. (foto: ngetripmulu)

Batu Ratapan Angin 

HAI travellers, masih penasaran tentang Dieng kan? Selama ini mungkin yang terkenal dari Dieng adalah event Dieng Culture Festival yang terkenal sampai ke mancanegara itu. Tapi sebenarnya wisata Dieng juga tak kalah menarik dibandingkan wilayah lainnya. Bahkan sampai disebut surga dunia karena kecantikan alamnya. Nah kali ini saya akan menceritakan perjalanan wisata saya di Batu Ratapan Angin.

Batu Ratapan Angin memang berada di ketinggian 2010 Mdpl. Tapi bukan berarti anda harus bersusah-susah naik bukit. Anda hanya perlu berjalan selama kurang lebih 10-15 menit. Tapi jalannya berbatu dan menanjak. Jangan khawatir, tak sulit kok. Hanya perlu tenaga sedikit, hehe..

Di Pos Jaga bayar tiket masuk Rp 10.000 ya.. itu tidak termasuk atraksi-atraksi di atas nanti. Batu Ratapan Angin ini berada di atas Telaga Warna dan Telaga Pengilon.

Sesansi memicu andrenalin ketika berselfie diatas Batu Ratapan Angin sambil berdiri. (foto: ngetripmulu)

Sesansi memicu andrenalin ketika berselfie diatas Batu Ratapan Angin sambil berdiri. (foto: ngetripmulu)

Terdapat dua buah batu yang konon menurut legenda, dulunya adalah seorang putri dan selingkuhannya yang dikutuk menjadi batu oleh suami putri tersebut.

Lepas dari legenda tersebut, Batu Ratapan Angin tetaplah sebuah batu yang jika kita berdiri di atasnya, pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon tampak jelas indahnya, dengan bukit-bukit dan pohon-pohon yang mengelilinginya.

Nikmati perbedaan warna kedua telaga itu dari atas Batu Ratapan Angin. Jika sedang sepi wisatawan, berdiamlah sejenak di atas Batu Ratapan Angin, rasakan hembusan anginnya. Angin yang berhembus melewati Batu RAtapan Angin tersebut kadang mengeluarkan suara seperti siulan atau ratapan.

Secara logika mungkin karena bentuk Batu Ratapan Angin yang unik yang membuat angin yang melewatinya bersuara. Namun sebagian masyarakat percaya suara itu adalah ratapan sang putri yang meminta maaf kepada suaminya.

Banyak orang yang berfoto di Batu Ratapan Angin ini, karena memang instagramable banget. Batu Ratapan Angin ini seperti spot foto yang wajib dilakukan oleh pengunjung. Jika anda takut ketinggian (seperti saya) anda bisa duduk saja, tak usah berdiri.

Yang penting, bisa memiliki foto di atas Batu Ratapan Angin dengan latar belakang pemandangan yang menakjubkan. Berfoto di sini harus sabar, antre dengan pengunjung lainnya. Tapi hati-hati ya.. kalau jatuh ya innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.

Selain berfoto di Batu Ratapan Angin, anda juga bisa menikmati keindahan pemandangan alam dengan menaiki Menara Pesona Dieng. Cukup bayar Rp 5.000 dan silakan naik ke gardu pandang untuk menikmati suasana alam sambil berfoto.

Atraksi lainnya di tempat ini adalah jembatan gantung yang disebut Jembatan Merah Putih. Bayar dulu Rp 5.000 ya kalau mau menaiki Jembatan gantung ini. Buat anda yang berani dengan ketinggian, silakan uji nyali anda dengan berjalan di papan-papan kayu yang bergelantungan.

Sesasi yang tak kalah memicu andrenalin ketika melewati Jembatan Gantung Merah Putih. (foto: ngetripmulu)

Sesasi yang tak kalah memicu andrenalin ketika melewati Jembatan Gantung Merah Putih. (foto: ngetripmulu)

Rasakan debaran jantung anda saat melangkah di jembatan yang bergoyang-goyang, sambil menikmati keindahan Telaga Warna.

Kalau takut, jangan lihat ke bawah, lihat saja pemandangan telaga di sebelahnya. Semoga selamat sampai ujungnya.

Masih ingin memicu adrenalin? Silakan coba flying fox dan sepeda gantung. Sungguh pemandangan yang epic saat anda berayun di flying fox atau menaiki sepeda di udara, lalu difoto dari bawah oleh teman anda dengan latar belakang langit biru dan bukit-bukit indah.

Turun dari Batu Ratapan Angin menggunakan flying fox tidak capek dan cepat namun punya sensasi tersendiri. (foto: ngetripmulu)

Turun dari Batu Ratapan Angin menggunakan flying fox tidak capek dan cepat namun punya sensasi tersendiri. (foto: ngetripmulu)

Siapapun pasti akan berdecak kagum. Menaiki flying fox anda cukup membayar Rp 20.000 dan sekaligus akan membawa anda ke bawah tanpa perlu bersusah payah lagi menuruni jalan bebatuan untuk kembali.

Ok, cukup sampai disini petualangan saya di Dieng. Sampai jumpa di perjalanan saya berikutnya. (nina harita)




Loading Facebook Comments ...