Search

Jam Operasi Warung Kopi dan Cafe Kembali Diperketat

Petugas gabungan melakukan sosialisasi pembatasan jam operasi warung kopi dan cafe di kota Pontianak. (foto:das)


Pontianak, reportasenews.com – Kasus positif Covid 19 di kota Pontianak ditemukan dari pengunjung warung kopi dan cafe. Untuk itu, menekan laju penularan kasus Covid 19, Wali kota Pontianak kembali mengeluarkan surat keputusan pengetatan kembali jam operasi warung kopi dan cafe hingga pukul 21.00 WIB.

Kamis (19/11/2020) Satgas Covid 19 mulai melakukan sosialisasi pembatasan jam operasi warung kopi dan cafe di kota Pontianak.

Petugas gabungan ini mendatangi satu persatu warung kopi dan cafe mulai dari kawasan Jalan Gajahmada, Hijas, Setia Budi, Tanjung Pura, Ketapang, dan Jalan Reformasi.

Petugas menyampaikan surat peraturan walikota nomor 58 tahun 2020 tentang Penegakan disiplin Protokol kesehatan Covid 19, sekaligu memantau dan merazia pengunjung warung kopi dan cafe yang abai pakai masker dan Promes Covid 19.

Selain merazia Pengunjung Warkop dan cafe, petugas juga menegur pengelola cafe dan warkop yang abai mengisi kembali air tempat cuci tangan.

Saat razia berlangsung, rata-rata pengunjung sudah memakai masker. Namun razia rutin seperti ini akan terus dilakukan. 

“Ini rutin digelar, selain penegakan Perwa Nomor 58 tahun 2020, juga surat keputusan Walikota Pontianak awalnya nomor 128 diganti dengan SK No 134 tentang pembatasan jam malam untuk cafe dan sejenisnya,” kata Kasi Operasi Satpol PP kota Pontianak, Bachtiar.

Bachtiar mengatakan, penindakan seperti sanksi denda  sudah lama sejak awal Agustus 2020, bahkan  sudah banyak yang terjaring, dan dengan ada SK walikota Pontianak akan dibatasi jam malam, dan himbauan terus dilakukan.

“Ini sekalian sosialisasi kepada pengunjung dan pengelola wajib pakai masker. Memang benar ada warung kopi yang ditemukan pengunjung tidak pakai masker, sanksi denda Rp 1 juta untuk pengelola warung kopi, dan pengunjung diberi sanksi sosial, seperti kerja sosial karena itu pilihan mereka dibanding bayar denda,” imbuhnya.

Seperti diketahu, warung kopi dan cafe di kota Pontianak selama ini masih menjadi tempat favorit untuk nongkrong sekaligus bekerja, bahkan tak jarang menjadi pusat kerumunan warga di tengah pandemi Covid 19. Pembatasan jam malam, hingga memberikan jarak kursi duduk Pengunjung juga sering abai dilakukan. 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bahkan sudah mengingatkan kasus positif Covid 19 di warung kopi dan cafe yang sudah terdeteksi sehingga seharusnya menjadi pelajaran bagi pengelola maupun Pengunjung Warkop dan cafe agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan Covid 19.

“Di lapangan, ada warung kopi dimana Pengunjung ditemukan Terkonfirmasi Covid 19 ada 3 orang. Sekaligus kita memastikan sudah menerapkan protokol kesehatan Covid 19, dan masyarakat harus patuh, jangan sampai ada yang terpapar lagi Covid 19,” ungkapnya. 

“Warung kopi dan cafe harus menjadi contoh dan pelopor pencegahan penularan Covid 19, karena edaran sudah dilakukan. Kita akan terus lakukan razia masker termasuk jaga jarak, karena ada sanksi peringatan hingga denda,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...