Search

Jaring 100 Hiu Dilindungi, Kapal Fu Yuan Yu 831 Ditangkap Curi Ikan

Kapal Fu Yuan Yu 831 berbendera Timor Leste yang ditangkap Kapal Pengawas Hiu Macan 03 di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (29/11)/ KKP
Kapal Fu Yuan Yu 831 berbendera Timor Leste yang ditangkap Kapal Pengawas Hiu Macan 03 di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (29/11)/ KKP

NTT Kupang, reportasenews.com – Kapal Fu Yuan Yu 831 berbendera Timor Leste yang ditangkap Kapal Pengawas Hiu Macan 03 di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (29/11). Kapal yg dilengkapi alat tangkap gillnet ini berbobot 598 GT! .

Kapal yang tercatat di Pelabuhan Pendaratan Caravela, Timor Leste ini dimiliki oleh Fuzhou Hondong Pelagic Fishery Co. Ltd, sebuah pengolahan ikan asal China. Saat ditangkap, kapal Fu Yuan Yu 831 menangkap ikan di wilayah laut Indonesia tanpa izin.

Tidak cuma itu, di kapal ini ditemukan pula 6 bendera negara berbeda saat diperiksa. Apalagi kapal ini juga memuat kurang lebih 100 ikan hiu yang dilindungi negara.
.
Kapal Fu Yuan Yu 831 kini sandar di Pelabuhan Kupang untuk menjalani proses lebih lanjut. Penangkapan terhadap kapal berukuran besar ini merupakan kerja sama antara KKP dengan pemerintah Timor Leste.

Saat ditangkap oleh KP Hiu Macan 03 , terdapat 21 awak kapal dgn rincian 9 orang berkewarganegaraan Cina, 6 orang asal Indonesia, 3 orang dari Myanmar dan 3 orang lagi dari Vietnam. Kapal ini sudah menjadi incaran PSDKP sejak April 2017.

Menteri didampingi Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa, Plt. Dirjen PSDKP Nilanto Perbowo, dan Dubes Timor Leste utk Indonesia Alberto Xavier Pereira Carlos berikan keterangan dalam konferensi pers terkait penangkapan Kapal Fu Yuan Yu 831 berbendera Timor Leste tersebut, Senin (4/12).

Menurut Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto X.P Carlos, izin penangkapan ikan Kapal Fu Yuan Yu 831 hanya di zona laut Timor Leste, bukan masuk ke wilayah laut Indonesia. Pada 29 November lalu, Kapal Fu Yuan Yu 831 ditangkap di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur.

Pada konferensi pers, Menteri menjelaskan, pemerintah Indonesia telah menandatangani perjanjian joint communique dengan Timor Leste, perjanjian yang memungkinkan kedua negara untuk menindak pelaku illegal fishing di wilayah perairan keduanya.

Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto Xavier Pereira Carlos, mengaku negaranya mengalami kerugian dalam jumlah besar akibat kegiatan illegal fishing. Dari perhitungan sementara, total kerugian mencapai puluhan juta dolar AS.

“Timor Leste setiap tahun merugi 45 juta dolar AS dari illegal fishing. Kerja sama dengan Indonesia luar biasa bagus dan kami sangat menghargai kerja sama dengan Indonesia,” kata Alberto (*)
.




Loading Facebook Comments ...