Search

Jebol Pagar, Lima Napi Lapas Klas IIA Abepura Kabur

Aparat kepolisian Resort Kota Jayapura saat melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara di Lapas Klas IIA Abepura. (foto : riy)
Aparat kepolisian Resort Kota Jayapura saat melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara di Lapas Klas IIA Abepura. (foto : riy)

Jayapura, reportasenews.com –  Lima Narapidana di Lapas Klas IIA Abepura, Kelurahan Asano Distrik Abepura, Kota Jayapura , Melarikan diri dengan cara menjebol pagar saat  petugas lapas sedang sholat dan  hujan deras Selasa (24/10) sekitar pukul 11.45 WIT.

Sejak tahun 2016 sudah tiga kali terjadi narapidana kabur di Lapas Abepura ini. yakni, di bulan Januari 2016 sebanyak 13 orang kabur, lalu di bulan Februari 2017 sebanyak 6 orang dan sekarang  yang kabur sebanyak 5 orang.

Adapun identitas lima narapidana yang kabur kali ini yakni, Aguas Alua narapidana kasus pencurian dengan kekerasan , Feli Tabuni narapidana kasus pemerkosaan  dan tiga orang narapidana kasus pencurian, yakni Hery Kosay, Paul Doga dan Maikel Sabulai.

Perwira Urusan Hubungan Masyarakat Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra mengungkapkan, saat kejadian kondisi cuaca hujan deras dan saat itu masih ada pengunjung yang membesuk ke Lapas Abepura.

“Momentum besuk itu dimanfaatkan ketujuh narapidana yang sudah merencanakan akan kabur. Mereka melakukan pengancaman petugas penjaga Lapas di Pos 2 dengan menggunakan alat barbell dan kemudian mereka pun berhasil menjebol pagar pintu pos,” ungkap Jahja Rumra.

Namun, ketika ketujuh narapidana itu hendak keluar dari pintu utama, dua narapidana berhasil diamankan pegawai lapas, sedangkan lima narapidana lainnya berhasil melarikan diri. “15 menit kemudian anggota kepolisian bersama TNI dari Koramil 1701-03/Abepura langsung mendatangi Lapas, untuk mengamankan situasi,” Tutur Rumra.

Sementara itu, Kakanwil Hukum dan HAM RI Wilayah Papua, Abner Banosro mengungkapkan, narapidana itu kabur dengan menjebol pagar kawat menggunakan barbel. “Sampai saat ini kami belum tau tahanan kasus apa saja yang lari. Hanya saja, kaburnya narapidana itu akibat kekurangan personil jaga di lapas Abepura,” Tegasnya.

Kaburnya narapidana di Lapas Abepura ini, membuat Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait merasa kesal dan mempertanyakan system keamanan di sana.

“Ini sudah yang kesekian kalinya kasus narapidana kabur terjadi di Lapas Abepura sejak saya mimpin wilayah Kota Jayapura. Tentu saya sangat perihatin. Namun harusnya hal ini tak boleh terulang kembali,” ungkapnya kepada wartawan.

Tober menegaskan, bagaimana anggotanya selama ini berupaya menindak tegas para pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat. Namun, di lapas mereka bukan mendapat pembinaan, melainkan melakukan pemberontakan dengan cara kabur.

“Mereka ini pelaku kriminal yang susah payah ditangkap. Tapi, mereka bisa kabur dengan gampang, bahkan modus yang dilakukan hapir sama dengan kasus kasus yang pernah terjadi. Bahkan itu terjadi di siang bolong,” pungkasnya.

Melihat hal ini, Tober telah memerintahkan langsung anggotanya untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi, bahkan para petugas lapas yang bertugas.“Saya sudah perintahkan anggota, lakukan pemeriksaan terhadap petugas Lapas, karena ini bukan satu kali, dan apabila  ada unsure kelalaian makan kami akan tindak tegas mereka,” Tegasnya.

Ketika disinggung, masih adanya alasan klasik tentang minimnya petugas di lapas penyebab kaburnya narapidana, Tober menyebut itu hanya sebuah alasan.“Sebenarnya, sampai saat ini alasan belum saya dengar.

Namun, yang perlu dipahami, para narapidana yang kabur ini adalah pelaku kriminal yakni pemerkosaan, pelaku pencurian dengan kekerasan dengan modus bertopeng yang selama ini meresahkan masyarakat. Parahnya lagi, diantara mereka ini sudah berulang-ulang kabur dari Lapas,” ujarnya.Untuk menangani kasus ini Kapolres Jayapura mengerahkan 30 anggotanya untuk mengejar kelima pelaku. (riy)




Loading Facebook Comments ...