Search

Jelang Lelang Proyek, BPC Gapensi Situbondo Gelar Rapat Anggota

Badan Pimpinan Cabang  Badan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Kabupaten Situbondo,  menggelar rapat anggota. (foto:fat)
Badan Pimpinan Cabang Badan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Kabupaten Situbondo, menggelar rapat anggota. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Menjelang lelang proyek  APBD Kabupaten  Tahun 2019, Badan Pimpinan Cabang  Badan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Kabupaten Situbondo,  menggelar rapat anggota.

Ada beberapa  hal  yang menjadi pokok  pembahasan  dalam rapat tahunan,  yang dilakasanakan di Aula Kantor BPC Gapensi Kabupaten Situbondo, dan   diketahui diikuti oleh ratusan anggota BPC Gapensi Kabupaten Situbondo.

Ketua BPC Gapensi Situbondo, Abdul Hamid mengatakan, rapat anggota merupakan salah satu amanat musyawarah cabang (Muscab) Gapensi. Selama ini, rapat yang melibatkan seluruh anggota itu, dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Muscab mengamanatakan, dilaksanakan minimal sekali dalam setahun,” ujar Abdul Hamid, Jumat (18/1/2019)

Menurutnya, ada beberapa hal yang dibahas. Seperti Undang-undang (UU) jasa kontruksi tahun 2018 tentang izin berusaha. Ini merupakan pengganti peraturan pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2018. “Sehingga ada perubahan regulasi yang harus dipahami,” kata Abdul  Hamid.

Pria yang akrab dipanggil Hamid menegaskan, selain itu, rapat juga membahas tentang  pelatihan sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) versi 4,3. Dengan jumlah  anggota  sebanyak 150 anggota itu, bertujuan untuk memantapkan kesiapan anggota menghadapi proses lelang 2019.

Hamid mengatakan, anggota harus mempersiapkan semua aspek sebelum lelang. Mulai dari kesiapan perangkat maupun admnistrasi. “Ini inti dari rapat anggota yang dilaksnakan BPC Gapensi Situbondo,” ujar Hamid.

Dia menjelaskan, pelaksanaan lelang harus berdasarkan regulasi. Karena itu, anggota harus memahami ketentuan-ketentuan dalam peraturan tentag itu. “Bagi anggota yang tidak siap, berarti tidak bisa ikut lelang,” bebernya.

Untuk pemantapan pemahaman tentang regulasi lelang, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pemerintah akan memberikan pembinaan tentang itu. “Nanti ada sosialisasi. Pemerintah akan memberikan gambaran secara umum,” katanya.

Secara spesifik, ada sosialiasai dari lembaga yang berkompeten soal pelaksanaan lelang. Hamid berharap, rapat anggota bermanfaat bagi anggota. Terutama pemahaman tentang jasa kontruksi dan proses lelang. (fat)




Loading Facebook Comments ...