Search

Jelang Vonis SP3 Pemalsuan SPPT PT JRP, Hakim PN Jaksel Harus Adil

SPPT (kiri) Yang Diduga Dipalsukan
SPPT (kiri) Yang Diduga Dipalsukan

JAKARTA, REPORTASE – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada hari Selasa besok, akan memutuskan perkara gugatan praperadilan kasus penghentian perkara kasus pemalsuan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan yang diduga dilakukan pihak pengembang PT Jaya Real Properti (PT JRP) Bintaro.

Kasus pemalsuan SPPT ini dilaporkan oleh Annie Sri Cahyani ke Bareskrim Mabes Polri pada 22 Mei 2015. Selanjutnya penanganan kasus dengan Nomor LP/ 636 / V / 2015 tersebut dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Namun dengan alasan tidak cukup bukti, melalui surat bernomor S.Tap / 913 / VI / Ditreskrimum tertanggal 9 Juni 2016, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang ketika itu dipimpin oleh Kombes Pol Krishna Murti, tiba-tiba menghentikan penyidikannya.

Annie Sri Cahyani selaku penggugat menyayangkan tindakan penyidik yang telah menghentikan kasus tersebut. Pada hal, menurut Annie, pemalsuan SPPT sudah sangat jelas dan gamlang.

“Sebelum kasus ini dihentikan, penyidik seharusnya memberitahukan ke saya dulu dong selaku pihak pelapor, bahwa buktinya masih kurang supaya saya cari bukti tambahan. Penyidik harusnya mengundang kami dalam gelar perkara sebelum kasusnya dihentikan,” ujar Annie Sri Cahyani kepada wartawan, Senin (31/10) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan praperadilan atas diterbitkannya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya  diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 September 2016 lalu.

Sidang praperadilan tersebut dipimpin hakim tunggal Setyono SH.

“Proses persidangannya sudah berlangsung lima kali dan besok sidang putusannya. Saya harap hakim bertindak adil, objektif dan jangan sampai ada kong kali kong dengan pihak tergugat,” tutur Annie.(Tr/Tjg)




Loading Facebook Comments ...