Search

Jenazah Anggota Polisi Yang Hilang Saat Pilkada Ditemukan 

Kapolda Papua Didampingi Kabidhumas saat memberikan keterangan pers. ( foto : riy ) 
Kapolda Papua Didampingi Kabidhumas saat memberikan keterangan pers. ( foto : riy ) 

Jayapura, reportasenews.com – Satu lagi anggota Polri yang hilang karena Speed Boatnya diserang saat melaksanakan pengamanan Pilkada 27 Juni lalu, kembali ditemukan di aliran Sungai Mamberamo Raya. Jenazah Ipda Jesaya Nusi ditemukan tidak jauh dari lokasi penyerangan yakni Kali Douw Kampung Douw, Selasa 3 Juli.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafly Amar mengatakan, korban ditemukan masyarakat hanya ratusan meter dari lokasi kejadian penghadangan dan penembakan. “Yang menemukan pertama kali adalah Kepala Kampung setempat, hanya 300 meter dari lokasi tempat kejadian, lalu dilaporkan melalui SSB kepada tim pencarian,”ungkap Kapolda.
Saat ini tim gabungan yang melakukan pencarian sedang melaksanakan proses evakuasi dari lokasi penemuan menuju Distrik Dabra yakni distrik terdekat, lokasi yang mudah untuk proses evakuasi seanjutnya menuju Jayapura. “Mudah-mudaham evakuasi  dari lokasi penemuan menuju Dabra berjalan lancar,”ucapnya.
Jenazah Ipda Yeaaya Nusi ditemukan salam kondisi tewas mengambang di sungai masih sengan menggunakan seragam Polri. “Korban ditemukan dengan pakain lengkap Polisi  dalam kondisi mengambang dipermukaan sungai,”paparnya.
Dengan ditemukannya Jasad Ipda Yesaya Nusi maka 2 Polisi yang dinyatakan hilang sudah ditemukan semuanya. “Hari minggu lalu Jasad Sinton Kbarek sudah lebih dulu ditemukan juga hanya ratusan meter dari lokasi kejadian, dan Senin kemarin berhasil di evakuasi di Jayapura,”paparnya.
Adapun senjata api yang hilang yakni jenis SS1 yang dipegang Ipda Yesaya Nusi. “Namun senjata jenis revolver masih tergantung di celananya saat ditemukan,”tandasnya.
Kemungkinan senjata SS1 milik Ipda Yesaya Nusi lepasa dari genggamannya, karena dia saat tertembak melompat ke sungai dati speed boat. “Dalam kondisi terluka berenang disungai yang deras arusnya tentu sulit dan saat itulah kemungkinan senjata SS1 korban terlepas dan hilang,”tandasnya.
Mengenai kelompok bersenjata yang melakukan penghadangan dan penembakan, Polisi masih melakukan penyeidikan. “Masih diselidiki kelompok pelaku penyerangan, apa aama dengan keompok di wilayah lain yang juga kerap beraksi mengganggu keamanan,”tukasnya.
Peristiwa penghadangan dan penembakan terjadi Rabu 27 Juni saat pelaksanaan Pilkada serentak berlangsung. Saat itu 9 personil polisi melaksanakan pengamanan terhadap Kepala Distrik Torere Puncak Jaya Obaja Froara tertembak san tewas dalam perjalanan. Empat polisi sempat meompat ke sungai dan dua berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sesangka 2 lagi tewas. ( riy )



Loading Facebook Comments ...