Search

Jenazah Korban Lion Air Dokter Spesialis Penyakit Dalam Disambut Haru Keluarga  

Jenezah dr. spesaialis yang tewas daam tragedi lion air tiba di rumah duka. (foto:ltf)
Jenezah dr. spesaialis yang tewas daam tragedi lion air tiba di rumah duka. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Kebahagiaan dalam kesedihan menghiasi kedatangan jenazah dokter spesialis penyakit dalam, Ibnu Hantoro (33) yang terletak di Komplek Pelni C1/5 RT04/17 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok sekira pukul 08.00 WIB pagi.
Ibnu Hantoro merupakan salah satu korban atas jatuh pesawat Lion Air JT610 di Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018 dan berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Identification (DVI) Polri.
Saat jenazah hendak dimasukkan ke dalam rumah duka ibunda Ibnu, Sumarsih dan ayahanda Slamet tak kuasa membendung air mata. Begitu pun dengan sang istri, Helda Aprilia kala peti jenazah dari ambulance RS Polri.
Hanya doa terdengar dan terlihat dari bibir yang bergetar terucap. “Laiilahaillallah, Laiilahaillallah, Laiilahaillallah,” ucap Slamet.
Sejumlah keluarga korban dan warga langsung memasuki rumah duka guna memberikan semangat untuk sang istri beserta keluarga. Terlihat papan nama juga sudah dipersiapkan untuk pemakaman yang direncanakan setelah Shalat Zuhur.
“Kami turut bela sungkawa atas peristiwa yang dialami oleh keluarga dokter Ibnu. Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah SWT,” kata Andi tetangga korban.
Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi jenazah dokter spesialis penyakit dalam, Ibnu Hantoro (33) dengan nomer postmortem 0006 dan antemortem 034 atas nama Ibnu Hantoro. Diketahui jenazah Ibnu teridentifikasi oleh dokter melalui pencocokan DNA, pada Senin 6 November 2018.
Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut meninggalkan dua orang anak yakni, Arisa (4) dan Fatih (1.5) dari pernikahan dengan istrinya Helda Aprilia (31) selama 7 tahun. Ibnu Hantoro merupakan seorang dokter di RSUD Koba Bangka Tengah, selama bekerja di Bangka Tengah almarhum kerap kali pulang kerumah seminggu sekali dan berkumpul bersama.

“Kalau dirumah kamai sering pergi wisata, tapi minggu ini suami kemarin itu pulang untuk ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS),” ujar sang istri setelah mendengar pesawat Lion Air JT610 hilang kontak.

Dalam kesedihanya Helda tak pun tidak mampu menceritakan kenangan bersama suami. Dirinya hanya bsa mengingat jika ia dan suami kerap kali berkomunikasi melalui handphone.

“Komunikasi kami tidak pernah putus samai mau boarding saja suami selalu bilang kesaya kalau apa-apa suami pasti mengabari saya. Orangnya baik, sayang dengan keluarga. Setiap hari kita video call, bisa dua sampai tiga kali video call dalam satu hari,” tandasnya.(jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...