Search

Jepang Membuat Icon Simbol Baru di Toilet Dengan Standar Nasional

Jepang melakukan standarisasi dimbol di toilet bagi kemudhan turis asing/ Ars Technica
Jepang melakukan standarisasi dimbol di toilet bagi kemudhan turis asing/ Ars Technica

Jepang, reportasenews.com – Tanya semua turis asing yang datang ke Jepang, mereka pasti akan menjadi kebingungan jika memakai fasilitas toliet dikamar mandi, atau mereka bingung saat hendak mencuci pakaian laundry.

Penyebabnya adalah bahasa Jepang yang tidak dipahami, dan tentu saja icon simbol petunjuk dimesin itu juga membingungkan turis.Terlebih lagi, toilet di Jepang banyak yang sudah masuk kategori hitech dengan mengkombinasikan teknologi terbaru.

Masing-masing kamar kecil ini dilengkapi dengan panel tombol yang dihiasi ikon yang tidak mudah dipahami. Menekan tombol yang salah maka akan keluar siraman air dingin pada sudut yang tidak nyaman, atau bahkan air tumpah kelantai.

Menjelang Olimpiade Tokyo yang akan datang pada 2020, dengan masuknya jutaan wisatawan dan pergerakan turis asing ke negara tersebut, pabrikan telah mencapai konsensus untuk memperbaiki icon petunjuk pemakaian hal “remeh-temeh” seperti simbol instruksi pemakaian mesin di toilet.

Pada sebuah konferensi pers, perwakilan dari sembilan perusahaan yang membentuk Asosiasi Industri Peralatan Sanitasi Jepang meluncurkan delapan simbol baru untuk menyertai berbagai fungsi penting untuk setiap toilet baru.

Model yang dikeluarkan ini semuanya akan distandarisasi, dan produsen berharap itu bisa menjadi standar internasional.

Simbol itu diantaranya menunjukkan pemakaian standar seperti, menaikkan tutupnya toliet, menaikkan tempat duduk, flush besar, sirip kecil, belakang dan depan, kering, dan berhenti.

“Ini adalah salah satu terobosan teknologi yang paling menarik untuk dipecahkan oleh Jepang baru-baru ini,” kata Sebastian Anthony, editor Ars Technica UK.

Standarisasi simbol tampaknya juga akan merembet kehal lain yang penting misal sarana transportasi publik yang akan dipakai commuter.

“Jepang perlu menciptakan lingkungan di mana turis asing dapat dengan mudah menggunakan transportasi dan mencari akomodasi,” kata Otoritas Informasi Geospasial negara tersebut dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Japan Times. “Untuk itu, sangat penting untuk menyebarluaskan peta multibahasa yang mudah dimengerti oleh orang asing.” (Hsg)




Loading Facebook Comments ...