Search

Jual Obat Tramadol dan Exsimer Junaidi Dituntut Dua Tahun Penjara

Terdakwa saat dikawal petugas. (foto:ltf)
Terdakwa saat dikawal petugas. (foto:ltf)

Depok,reportasenews.com  – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok Firman Wahyu Oktavian yang digantikan Kozar Kertyasa menuntut terdakwa Junaidi alias Adi selama dua tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Selasa (9/10/2018).

Dalam amar tuntutan di jalan sidangnya, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan, dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat sebagaimana diatur dan diancam Pasal 196 Jo Pasal 98 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama dua tahun penjara,” ucap Kozar dalam sidang yang terbuka untuk umum.

Kejadian tersebut bermula atas adanya informasi masyarakat kalau di Toko milik Junaidi yang terletak di Jalan Baru Plenongan RT02/20 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok dicurigai mengedarkan dan memperdagangkan sediaan farmasi berupa obat-obatan berbagai macam jenis tanpa menggunakan tenaga ahli farmasi (ijin apoteker) dan atau tanpa ijin edar dari instansi yang berwenang. Selanjutnya saksi Panji Pradana, Suparjo Janwar dan anggota lainnya (anggota Polda Metro Jaya) melakukan penyelidikan ditempat peredaran atau penjualan obat-obatan tersebut.

Kemudian saksi memperlihatkan surat perintah tugas dan meminta pemilik atau penanggung jawab untuk mengumpulkan dan mendata obat-obatan yang harus menggunakan resep dokter dan atau tidak ada ijin edar dari intansi yang berwenang. Lalu para saksi memperiksa atau mengecek ternyata benar telah mengedarkan atau memperdagangkan obat-obatan berbagai macam jenis tanpa menggunakan tenaga ahli farmasi dan atau tanpa ijin edar dari intansi yang berwenang.

Setelah itu penyelidik meminta mengumpulkan obat-obatan yang harus menggunakan resep dokter untuk didata/dicatat guna dilakukan dalam proses hukum. Ketika diperiksa di toko tersebut ditemukan barang bukti berupa 20 streep/lembar (isi 10 tablet) berjenis tramadol, 30 kemasan plastik (isi empat tablet) obat-obatan berjenis exsimer, dan uang tunai sejumlah Rp 100.000,00 hasil penjualan tramadol dan exsimer.

Seusai amar tuntutan dibacakan, majelis hakim yang diketuai Nanang Herjunanto dengan anggota Sri Rejeki Marsinta dan Darmo Wibowo Mohammad mengatakan sidang lanjutan akan dilangsungkan pada pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi). (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...