Search

Judi Gelper Makin Merajalela, Warga Tanjungpinang Resah

Salah satu lokasi yang diduga menjadi tempat perjudian Gelper di Tanjungpinang. (Ist)
Salah satu lokasi yang diduga menjadi tempat perjudian Gelper di Tanjungpinang. (Ist)

Tanjungpinang, reportasenews.com – Praktik perjudian gelanggang permainan (Gelper) seperti Pimpong dan Kim makin marak di Kota Tanjungpiang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Keberadaan arena judi yang makin tersebar di sejumlah lokasi ini membuat banyak warga Tanjungpinang merasa resah.

Berdasarkan hasil penelusuran di Kota Tanjungpinang, ditemukan sejumlah tempat yang dicurigai dijadikan ajang perjudian.

Di kawasan Sukaberenang, misalnya, ada sejumlah rumah toko (Ruko) yang dicurigai menjadi tempat perjudian Gelper seperti Pimpong dan Kim. Dalam judi Gelper, pemain bisa membeli koin di kasir. Lalu setelah panen, koin tersebut bisa ditukar dengan uang.

Sementara dalam permainan Kim, pemain harus membeli kupon seharga Rp 30 ribu hingga Rp 50  ribu untuk pilihan yang dipasang dengan cara mencoret angka yang dipilih. Jika menang akan mendapatkan hadiah berupa handphone, kipas angin, mesin cuci, dan TV. Berbagai hadiah tersebut dapat ditukarkan dengan sejumlah uang.

“Modusnya juga bisa berupa kertas pemain yang dikasih penjaga atau kasir. Di kertas tersebut tertulis angkanya,” kata Abu, warga Tanjungpinang.

Salah satu bagunan ruko ini juga diduga menjadi tempat perjudian di Tanjungpinang. (Ist)

Salah satu bagunan ruko ini juga diduga menjadi tempat perjudian di Tanjungpinang. (Ist)

Di lokasi perjudian Kim, menurut Abu, ada mesin rolet ukuran besar. Judi ini bisa dimainkan beberapa pasang orang. “Kalau menang, hadiahnya rokok yang bisa ditukarkan dengan uang,” katanya.

Jika dilihat dari bagian depan, pintu Ruko tersebut tampak tutup. Ironisnya, di depan Ruko tampak banyak mobil dan sepeda motor yang diparkir. Kendaraan itu diduga milik para pengunjung tempat perjudian. Menurut seorang warga di lokasi parkir, para pengunung masuk ke dalam Ruko lewat pintu belakang.

Selain di Sukaberenang, lokasi lain yang dicurigai menjadi tempat perjudian ada di Bintan Plaza. Menurut seorang pengunjung, di tempat itu ada judi Pimpong yang sekali putar memasang 24 lobang. Selain itu, ada juga judi Kim dengan kupon yang ditukar uang di Pelantar 2 Laut Jaya, Pinang City Walk, Rimba Jaya, dan kawasan Bintan Center.

Maraknya praktik perjudian di Kota Tanjungpinang menimbulkan kesan aparat kepolisian setempat menutup mata. Akibatnya, banyak warga Tanjungpinang mengkhawatirkan keberadaan tempat-tempat perjudian tersebut akan merusak moral masyarakat, terutma kalangan anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

Suasana malam di salah satu ruko yang diduga menjadi tempat perjudian di Tanjungpinang. (Ist)

Suasana malam di salah satu ruko yang diduga menjadi tempat perjudian di Tanjungpinang. (Ist)

Bahkan, ada beberapa warga yang mengungkapkan kekhawatirannya lewat media sosial seperti facebook. Mereka meminta Polda Kepri, khususnya Polres Tanjungpinang, segera menutup tempat-tempat yang disalahgunakan menjadi tempat perjudian.

“Jangan sampai timbul kesan yang kuat di masayarakat kalau polisi membiarkan perjudian karena mendapat setoran,” tutur Abu.

Menanggapi situasi dan keresahan masyarakat tersebut, reportasenews.com mengonfirmasi kepada pejabat Humas Polda Kepri AKBP Erlangga melalui pesan singkat WhatsApps. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari AKBP Erlangga.

Konfrimasi serupa juga dikirimkan ke Kapolres Tanjungpinang AKBP Iqbal, tetapi belum juga ada tanggapan. (TIM)




Loading Facebook Comments ...