Search

Kabupaten Malang Kekurangan Tenaga Kesehatan

Wakil Bupati Malang Sanusi saat inspeksi mendadak di salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/2). (Foto: dif)
Wakil Bupati Malang Sanusi saat inspeksi mendadak di salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/2). (Foto: dif)

Malang, reportasenews.com – Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama di puskesmas, sehingga pelayanan ke pasien memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Temuan itu terungkap dari hasil inspeksi mendadak di sejumlah puskesmas.

“Sidak di beberapa puskesmas yang kami lakukan itu, dalam rangka pembinaan sekaligus bagian dari tugas sebagai Wakil Bupati Malang terhadap pelaksanaan organisasi perangkat daerah (OPD),” kata Wakil Bupati Malang Sanusi pada wartawan, Rabu (21/2).

Wabup berkunjung ke sejumlah puskesmas di Kabupaten Malang, misalnya Puskesmas Dau, Karangploso, dan Puskesmas Singosari. Dari contoh kunjungan itu, diketahui kebutuhan untuk penambahan tenaga dokter dan tim medis lainnya sangat penting.

Ia mengakui jika pelayanan kesehatan di kabupaten menjadi kurang cepat. Beberapa pasien baru bisa dilayani oleh dokter setelah menunggu antara 1-1,5 jam.

“Penyebab antrean panjang pasien di beberapa puskesmas Kabupaten Malang ini, faktor penyebabnya hanya satu yaitu di masing-masing puskesmas kekurangan dokter dan para medis, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas kurang maksimal,” bebernya.

Sanusi juga mengatakan, kebutuhan tenaga medis sangat mendesak di Kabupaten Malang. Jumlah pengunjung di puskesmas setiap harinya bisa antara 100-200 pasien. Untuk melayani pasien tersebut, di puskesmas hanya ada dua dokter, sehingga kurang ideal.

Idealnya, ujar dia, setiap puskesmas harus ada tiga dokter umum, dan satu dokter gigi. Jumlah itu bisa mencukupi untuk memberikan pelayanan kesehatan pada warga. Di kabupaten ini, diketahui jumlah penduduknya cukup besar, hingga mencapai 3,5 juta jiwa.

“Mengingat pendudukan Kabupaten Malang ini cukup besar yaitu mencapai 3,5 juta jiwa, maka kami meminta kepada pusat, jika ada formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) agar kuota untuk tenaga dokter dan tenaga paramedis untuk Kabupaten Malang ditambah,” kata dia berharap. (dif)




Loading Facebook Comments ...