Search

Kades Curah  Cottok Situbondo, Terancam Dipolisikan Adik Kandungnya 

Sanijah (47), warga Desa Cottok,  adik kandung Samsuri. saat melapor ke Mapolres Situbondo. (foto:fat)
Sanijah (47), warga Desa Cottok, adik kandung Samsuri. saat melapor ke Mapolres Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Gara-gara pinjam sertifikat sebidang tanah, yang dijaminkan di Bank Mandiri di Kota Situbondo dengan nominal sebesar Rp.125 juta, Kepala Desa (Kades) Cottok, Kecamatan Kapongan, Situbondo terancam dilaporkan ke Mapolres Situbondo.
Pasalnya, sejak enam tahun lalu, Samsuri selaku Kades Cotok tidak mengembalikan sertifikat sebidang tanah yang dipinjam. Padahal, sesuai dengan perjanjian awal,  Samsuri hanya mau menjaminkan sertifikat tanah milik adik kandungnya  di Bank Mandiri selama tiga tahun.
Sanijah (47), warga Desa Cottok, yang tak lain adik kandung Samsuri mengatakan, mengetahui hingga enam tahun lebih  sertifikat tanah seluas 7.400 m3 lebih miliknya  tidak dikembalikan, sehingga dirinya menanyakan kepada Samsuri, namun dia menjawab tidak mampu menebusnya.
“Sehingga saya langsung datang ke Bank Mandiri, dan ternyata kata petugas bank, kakak saya hanya membayar dua kali angsuran. Padahal, sesuai perjanjian kakak saya hanya pinjam selama tiga tahun, sedangkan yang dipinjam sertifikat atas nama saya dari hasil membeli, bukan tanah warisan,”kata Sanijah, Senin (18/3/2019).
Menurutnya, pada hari ini, sebetulnya pihaknya pada hari ini (Senin red-) akan melaporkan ke Mapolres Situbondo, namun saat hendak dilaporkan Samsuri juga  datang ke Mapolres Situbondo, dengan membawa ibu kandung ke Mapolres Situbondo.
 “Jadi laporannya saya tunda dulu. Sebab dia (kakak-red) berjanji dan sanggup akan mengembalikan sertifikatnya dua bulan lagi. Saya juga akan mengembalikan uang yang pernah diserahkan kepada saya. lagian tadi ada ibu yang dibawa kesini, kasihan ibu kan sudah tua. Tapi kalau dalam waktu dua bulan tidak kembalikan,  terpaksa saya laporkan,”imbuhnya.
Sementara itu, Kades Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Syamsuri mengatakan,  setelah meminjam sertifikat tersebut untuk dijaminkan ke bank dan pihaknya tidak mampu menebus, akhirnya ada perubahan perjanjian tanah tersebut dijual dengan harga Rp 50 juta.”Karena tanah tersebut,  sebenarnya masih punya ibu, maka uangnya saya bayar Rp 25 juta dan sisanya punya ibu,”ujar Samsuri.(fat)



Loading Facebook Comments ...